Memanfaatkan Internet untuk belajar

Kita yang hidup di zaman ini menghadapi banyak tantangan yang belum pernah dihadapi orang-orang di zaman sebelumnya. Tetapi kita juga menikmati banyak hal yang dulu belum pernah dinikmati leluhur kita. Salah satu nikmat itu adalah sejumlah besar bahan belajar yang sekarang relatif jauh lebih mudah bisa didapatkan.

Kalau dahulu persoalannya adalah kelangkaan informasi, sekarang permasalahannya bahkan menjadi banjir informasi. Perlu upaya untuk bisa memanfaatkannya sebaik mungkin secara efektif. Kekacauan akibat besarnya volume informasi yang tersedia ini juga perlu strategi yang detailnya berbeda dari generasi yang hidup di zaman sebelum hal ini terjadi. 

Berikut ini saya coba ungkapkan versi yang saya bisa saya sampaikan, your mileage may vary.  Beberapa detail yang mungkin tidak bisa dilakukan sama, bisa diganti dengan hal lain yang sejenis (dan sebisanya sepadan atau bahkan lebih baik).  Gambar mind map yang saya buat ini cukup besar, sehingga untuk mempermudah sebaiknya dibuka di tab atau window yang terpisah. Sambil membaca tulisan, anda bisa sambil sesekali melihat gambar petanya. Gambar bisa dibuka di tautan (link ). Setelah terbuka, lakukan click pada gambar untuk memperlebar tampilan.

MIND MAP


SARANA BANTU

Mesin pencari seperti Google adalah salah satu sarana bantu utama untuk belajar di zaman ini. Sayangnya, masih sering ada ejekan atau olok-olok mengenai penggunaan dan pemanfaatannya. Olok-olok ini bisa berasal dari penempatan penggunaannya yang tidak tepat atau bahkan hanya ketidakpahaman saja. Kemungkinan berasal dari kebiasaan masa lalu yang dibawa-bawa hingga masa kini.

Contoh penggunaan yang tidak tepat (misalnya) adalah jika seseorang hendak menemukan vaksin biologis yang sesuai untuk suatu virus. Para peneliti tentu saja tidak dapat hanya menghabiskan waktu dengan melakukan pencarian dengan Google saja, tanpa pernah melakukan penelitian di laboratorium dengan kegiatan yang sesuai. Ini contoh salah penerapan, dan sebenarnya sangat kecil kemungkinan terjadinya. Para peneliti seperti itu sudah paham urut pekerjaan yang perlu mereka lakukan.

Tentu saja ada banyak hal yang tidak dapat selesai 'hanya' dengan menggunakan mesin pencari Google. Sekali lagi, olok-olok ini seringkali hanya karena salah penerapan saja. 

Kemungkinan lainnya adalah karena pemahaman dan kebiasaan dari masa lampau. Saat zaman dahulu kumpulan pengetahuan belum dalam jumlah sangat besar dan tersebar seperti sekarang. Zaman ini, knowledge base bisa dibangun/dibuat oleh jauh lebih banyak orang di banyak bagian Bumi. Sekalipun ada banyak hal privat dan lokal yang masih belum mudah ditemukan di Internet, sudah ada banyak hal lain yang sekarang jauh lebih mudah ditemukan di Internet. Dahulu sumber informasi ini bisa saja tertutup, tetapi sekarang bisa ada banyak tempat dan jalan untuk mendapatkan suatu informasi yang bersifat publik.

Dengan bantuan Internet, zaman sekarang ini seorang bisa mendapat informasi (misalnya) bukan hanya dari dokter lokal tetapi juga dari daerah lain di dunia. Jarak bukan lagi hambatan yang mutlak. Kebebasan mencari, menemukan, dan memperbandingkan informasi menjadi jauh lebih mudah diperoleh dan dilakukan. Perubahan seperti ini bisa mendatangkan ketidaknyamanan bagi beberapa pihak yang dahulu bisa memonopoli akses terhadap informasi.

Mengenai mesin pencari Google secara spesifik akan disampaikan di tulisan yang berbeda. Berikutnya, yang sebanding dengan mesin pencari Google adalah Bing.com yang dimiliki oleh Microsoft. Sama seperti Google, Bing dapat dipakai tidak hanya untuk mencari teks tetapi juga gambar dan video. Mengenai penggunaan mesin pencari, telah coba saya rangkum di artikel ini.

Untuk keperluan akademik, 'mesin pencari' lain yang lebih khusus misalnya adalah Google Scholar dan Microsoft Academics. Kedua 'mesin pencari' ini mempermudah pengguna untuk menemukan banyak makalah ilmiah. Saya sering bercanda, ada banyak hal yang baru akan mulai dikhayalkan di sini, di tempat lain bahkan sudah selesai dibuat. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya 'hampir universal' (baca: global). Bidang rekayasa (engineering), terutama bidang elektronika, adalah salah satunya. Kekhususan dan kekhasan lokal tentu saja masih ada, misalnya untuk operasi dengan perbedaan ketinggian di sekitar pegunungan Himalaya dengan di sekitar Laut Mati. Atau operasi di suhu ekstrim di sekitar wilayah kutub dengan di daerah tropis. Dengan mesin pencari (umum maupun khusus) kita bisa mempelajari hal-hal yang sudah dipikirkan dan dikerjakan oleh orang lain. Sudah banyak yang bisa diambil sebagai pelajaran dan inspirasi.

Sarana bantu berikutnya adalah fasilitas penerjemah, seperti Google Translate dan Microsoft Translator. Setiap kali saya mengalami kesulitan untuk memahami teks dalam bahasa asing, saya biasanya memanfaatkan fasilitas ini. Kadang-kadang saya perlu memahami tulisan yang bukan hanya berbasa Inggris, tetapi juga Jerman, dan Russia. Bahasa-bahasa yang tidak saya pahami. Semakin lama kemampuan fasilitas penerjemah ini pun semakin baik. Semakin kurang alasan untuk tidak dapat lagi mempelajari dan menyerap informasi dari teks berbasa asing, jika memang diperlukan.

Hanya saja, jika fasilitas penerjemah dimanfaatkan dalam belajar untuk membuat laporan resmi maka perlu penyesuaian. Perlu diingat kembali bahwa penerjemahan adalah proses untuk menyampaikan informasi dan maksud, bukan sekadar untuk mencari padanan kata antar bahasa. Maka dari itu seringkali perlu beberapa kali proses yang berulang agar kata-kata dan kalimat tidak menjadi begitu janggal jika dibaca. Apalagi sampai menjadi salah dalam menyampaikan maksud atau informasi.

MASUKAN

Untuk dapat menghasilkan keluaran (output) diperlukan masukan (input). Kadang-kadang, setelah hanya memberikan beberapa masukan, sudah bisa didapatkan keluaran. Lalu proses dijalankan secara paralel, yaitu sambil mencari masukan sambil menghasilkan keluaran. Tetapi ada saatnya bahwa satu atau lebih tahapan pemberian input perlu diselesaikan sebelum bisa menghasilkan dengan lebih baik. Dalam hal pemrosesan informasi, kesalahan sering terjadi saat kita terburu-buru untuk sering berupaya menghasilkan saat belum melakukan proses yang baik terhadap masukan. Sepintas ini akan terlihat kecil kemungkinan dapat terjadi, tetapi dalam praktik bisa terdapat faktor-faktor yang nyatanya akan mendorong ketergesaan terjadi.

Untuk kali ini saya bagi masukan ke dalam dua bagian besar, yaitu bagian dasar dan bagian pelengkap. Bagian dasar adalah bagian yang paling penting. Tidak glamor  dan sering membosankan, tetapi sangat diperlukan. Ini mirip seperti fondasi dan lantai bagi bangunan. Kokoh atau tidaknya sebuah bangunan banyak bergantung kepada bagaimana kondisi fondasinya. Fondasi gedung/bangunan umumnya bersifat lebih permanen. Sekali dibuat, fondasi umumnya akan dipakai untuk jangka waktu yang (sangat) lama.

Tetapi, kenyataannya tidak selalu seperti itu. Kadang-kadang fondasi memang perlu dibongkar dan dibangun ulang dari awal lagi. Misalnya, dahulu waktu pertama dibangun (karena berbagai faktor) tidak bisa dibangun dengan baik. Bisa juga kondisi fondasi yang ada sudah tidak lagi memadai untuk menunjang pengembangan bangunan yang direncanakan di masa depan di lahan yang sama. Membongkar dan membangun ulang fondasi bukan hal yang mudah, kadang memerlukan sumber daya yang banyak sekali. Karena itu, jika memang sedang dalam 'masa membangun fondasi', cobalah membangunnya sebaik mungkin.

Para praktisi dunia pemrograman komputer mengenal kondisi saat perbaikan dan peningkatan suatu software tidak bisa lagi dilakukan secara efektif dan efisien dengan menggunakan patch. Maka para pengembang tersebut lebih memilih untuk sekalian membangun ulang software dari awal. Sembari memanfaatkan pengetahuan yang mereka peroleh dari pengalaman membangun versi sebelumnya. 

Setelah bagian dasar, bagian berikutnya saya sebut sebagai bagian pelengkap. Bagian ini tetap penting, tetapi dibangun di atas bagian dasar. Sekadar untuk perumpamaan, bagian pelengkap ini mirip seperti dinding bangunan, atap, pintu dan jendela. Kemudian lebih lanjut, seperti cat dan pernak-pernik lainnya.


sumber gambar:: Foundation to the roof: The ultimate step by step guide to building a house

Tanpa atap, bangunan rumah tinggal menjadi tidak layak dihuni manusia. Begitu juga dengan dinding dan pintu. Tetapi kesemuanya itu perlu dibangun di atas dasar yang sesuai, yang memadai. Kesalahan belajar dalam konteks penggunaan Internet dan terutama media sosial adalah fokus pada penggunaan sarana pelengkap tanpa pernah mau mencoba membangun dasar (fondasi) yang baik. Termasuk membangun ulang jika memang sangat diperlukan. Pada bagian berikut ini, saya coba sampaikan dengan lebih rinci.

DASAR

Bagian dasar (fondasi) yang dimaksud di sini adalah buku-buku. Setelah era tanah lempung, daun tumbuhan dan kulit binatang, buku-buku berupa huruf-huruf yang dicetak di atas kertas. Di banyak tempat, buku-buku dari SD, SMP, SMA, sampai tingkat universitas masih banyak yang dicetak di atas kertas. Keunggulan buku jenis ini adalah pada efeknya terhadap mata manusia. Berbeda dengan perangkat elektronik yang berbasis LCD atau LED, dalam jangka panjang tulisan di kertas tidak begitu menyakitkan pandangan mata. Sementara electronic paper di perangkat elektronik masih mahal dan langka.

Zaman sekarang ini sudah banyak buku-buku dalam format elektronik berupa file yang bisa dibuka di perangkat yang kita miliki. Misalnya yang umum adalah format PDF, epub, mobi, atau azw. Di Internet, cukup banyak buku elektronik yang bisa diperoleh. Untuk banyak bidang, permasalahannya justru bukan lagi bagaimana menemukan buku, tetapi bagaimana agar buku yang didapat bisa dibaca dengan baik.

Berkenaan dengan jenis isinya, baik buku kertas maupun buku elektronik dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Misalnya, kelompok textbook yang sering dipakai sebagai buku ajar di perguruan tinggi. Jika perlu pendalaman atau memang sedang belajar untuk menempuh jalur peminatan tertentu, buku jenis ini wajib dibaca. Untuk banyak bidang kajian keilmuan yang sedang mulai dipelajari secara serius, rata-rata tidak ada alternatif lain yang sebanding, maka hukumnya wajib.

Yang sempat saya ketahui, umumnya textbook memiliki jumlah halaman yang besar, sering 300 halaman atau lebih. Kalau versi buku tercetak di kertas, maka tampilan fisiknya tebal. Karena itu kadang bisa timbul rasa segan untuk memelajarinya dengan sistematis. Di Indonesia karena 'faktor ekonomi pasar' (baca: daya beli), buku-buku yang bahkan sebenarnya dari isinya tergolong buku ajar diterbitkan dan dijual dalam jumlah halaman yang lebih sedikit. Risikonya, jika dipelajari sendiri tanpa pelengkap yang lain, bisa jadi akan mengalami banyak kesulitan. Ada konteks yang mungkin dipangkas untuk menghemat jumlah halaman.

Setiap bidang ilmu umumnya memiliki apa yang disebut sebagai BOK ( body of knowledge ) atau yang serupa dengan itu. Maka biasanya textbook yang membahas bidang ilmu itu akan mengacu pada BOK tadi. Meski begitu, jika anda membaca beberapa textbook maka anda akan menemui bahwa beberapa buku memiliki susunan dan isi yang berbeda satu sama lain. Padahal beberapa penulis tinggal di negara yang sama dan umumnya juga adalah para profesor di perguruan tinggi yang terkemuka.

Masing-masing penulis memiliki 'sentuhan personal' pada buku yang disusunnya. Antara lain karena pengalaman hidup (termasuk pengalaman mengajar) dan kondisi kebutuhan lingkungannya. Jika diamati buku-buku textbook dalam bahasa Inggris yang disusun dan diterbitkan di India relatif lebih mudah dipelajari (untuk kondisi umum di Indonesia) daripada buku-buku di bidang yang sama yang disusun di lingkungan Eropa Barat atau Amerika Utara. Ini antara lain karena buku-buku dari India itu memberikan konteks bahasan dengan lebih panjang. Barangkali asumsi terhadap kondisi pembacanya berbeda dari  asumsi kondisi pembaca dari Eropa Barat atau Amerika Utara. 

Begitu pula, buku-buku yang ditujukan untuk dipakai di community college sering lebih sederhana daripada yang ditujukan untuk university atau institut teknologi. Buku-buku untuk engineering technology umumnya lebih mudah dipahami untuk keperluan praktis daripada untuk bidang engineering.  Dengan pengetahuan tentang jenis-jenis buku dan sasaran pembacanya, kita menjadi bisa lebih mudah untuk memilih buku-buku yang sesuai untuk tiap keperluan belajar.

Di negara-negara maju yang pelaksanaan pendidikannya sudah lebih baik, dosen bisa memakai satu textbook untuk dipilih menjadi buku ajar yang dipakai dalam perkuliahan. Di beberapa tempat lain, dosen bisa mengambil bahan dari beberapa textbook untuk dipakai dan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran. Juga bisa mengambil bahan yang sebanding (bersesuaian) dari sumber-sumber pelengkap.  

Selain textbook terdapat juga jenis buku yang umum bisa disebut sebagai handbook. Jika jenis buku textbook umumnya dipakai untuk keperluan pembelajaran formal, maha handbook umumnya dipakai untuk keperluan yang lebih praktis. Suatu handbook  adalah kumpulan referensi yang siap pakai yang di dalamnya masih terdapat keterangan penjelasan. Handbook biasa dipakai di industri atau untuk keperluan praktis lainnya, tetapi bisa juga dipakai sebagai rujukan cepat saat belajar. Dengan pemahaman dasar yang memadai, seringkali handbook lebih mudah untuk dimanfaatkan daripada textbook.

Di mind map yang saya buat ini saya mencantumkan tipe buku populer. Yang menurut saya termasuk dalam kelompok ini adalah buku-buku di luar textbook atau handbook yang ditulis dalam bahasa yang populer (mudah dipahami khalayak umum). Contohnya buku-buku yang ditulis oleh Malcolm Gladwell, Jemes Clear, Charles Duhigg, Nassim Nicholas Taleb, Cal Newport, Mark Manson, David Epstein, Scott H Young, Carl Sagan, Dan Ariely, Walter Isaacson, dan Steven Pinker. Jika bisa melihat buku-buku yang ditulis oleh nama-nama yang saya sampaikan tersebut, akan lebih mudah untuk memahami genre buku yang saya maksud sebagai buku populer ini. Bahkan buku yang ditulis oleh Daniel Kahneman (Thinking, Fast and Slow) masih masuk dalam kategori ini. Daftar buku-buku sejenis ini dan buku yang lain dapat dilihat di situs Goodreads.  

Selain tiga jenis buku yang disebut sebelumnya, kita bisa membaca buku-buku jenis lain yang membahas tentang hal yang ingin dipelajari. Untuk bidang elektronika daya (power electronics) misalnya adalah buku-buku tulisan Sanjaya Maniktala. Buku tematik yang 'teknis' semacam ini tetap penting sekalipun tidak tergolong sebagai textbook atau handbook.

Ada beberapa cara untuk memperoleh ebook di Internet. Semakin lama mencoba mencari-cari, semakin akan mudah menemukan buku yang diperlukan. Tetapi saya punya 'keterbatasan' untuk bisa menyampaikan, maka saya hanya akan sampaikan cara yang relatif aman untuk semua orang. Silakan coba mencari-cari sendiri dengan mempergunakan kata-kata kunci yang tepat untuk setiap topik. Untuk buku-buku gratis dengan format PDF atau epub, dapat dibaca di sistem Android dengan mempegunakan aplikasi Librera.

Cara lain adalah dengan membeli ebook di Amazon Kindle. Kalau harga bukunya dikonversi ke dalam rupiah, memang tidak bisa dianggap murah. Sering perlu menabung terlebih dahulu untuk beberapa waktu. Tetapi membaca buku di Kindle sering lebih nyaman untuk dilakukan karena sudah diformat sedemikian rupa untuk keperluan komersial.

Cara yang mirip dengan layanan Kindle adalah Google Books. Sekalipun menurut saya layanan Kindle masih lebih unggul dan format bukunya lebih mudah untuk dibaca.

PELENGKAP [MOOC]

Di atas dasar yang dibangun sebelumnya, kita bisa belajar dari sumber-sumber yang saya sebut sebagai sumber pelengkap. Meskipun dalam situasi tertentu, situasi darurat, kadang sumber pelengkap ini bisa sementara menjadi sumber utama menggantikan buku-buku yang sebenarnya harus menjadi fondasi.

Sumber pelengkap kelompok pertama yang masih lebih dekat ke buku-buku baku adalah MOOC. Beberapa MOOC yang menyerupai perkuliahan di perguruan tinggi seperti edX, Coursera, MIT OpenCourseWare, Udacity. Untuk saat ini di antara MOOC tersebut saya hanya mengakses Coursera. Kursus-kursus di Coursera sampai saat ini masih bisa diakses secara gratis dalam jangka panjang tanpa batas waktu. Kita masih bisa mengakses materi tanpa perlu memilih pilihan untuk nantinya bisa mendapat sertifikat (yang berbayar).

Penyedia layanan (gratis) berikutnya adalah Khan Academy, yang dapat diakses dari PC atau handphone (cell phone). Untuk beberapa pihak, Khan Academy sebenarnya tidak digolongkan ke dalam kelompok penyedia layanan MOOC. Karena format layanannya yang agak berbeda layanan seperti ini secara spesifik digolongkan ke dalam kelompok microlearning. Tetapi untuk keperluan ini saya sederhanakan dalam kelompok yang sama.

Layanan berikutnya adalah Skillshare. Tidak seperti Khan Academy, kursus-kursus yang bagus di layanan ini umumnya baru bisa diakses kalau kita berlangganan. Ini adalah layanan belajar yang berbayar. Hanya saja karena harganya adalah harga bundle maka nilainya menjadi lebih murah untuk per subyek yang dipelajari. 

Terakhir sebagai contoh di mind map adalah layanan Udemy. Mirip seperti Khan Academy maupun Skillshare, layanan di Udemy lebih cocok digolongkan sebagai microlearning. Layanan Udemy juga berbayar, berbeda dengan Skillshare saat saya tulis ini harus dibeli per subyek bahasan. Udemy dan Skillshare mirip seperti pasar, sebuah marketplace untuk orang yang akan menawarkan pelajaran. Ada beberapa layanan lain serupa ini, tetapi harganya relatif lebih mahal. Misalnya Lynda.com yang sekarang telah diakuisisi oleh Linkedin.

Kelompok sumber  MOOC ini saya sebut sebagai 'rute panjang'. Hampir sama seperti membaca buku-buku di bagian dasar untuk membangun fondasi. Untuk tahap awal, sering diperlukan waktu beberapa jam sampai berhari-hari untuk mempelajari materi. Untuk pengembangan diri lebih lanjut, MOOC maupun microlearning menurut saya sangat baik untuk dipergunakan. Selepas sekolah atau kuliah, kita masih bisa terus melanjutkan proses belajar dengan mengikuti panduan yang sudah disediakan secara sistematis melalui layanan ini.

WEBSITE

Sumber pelengkap berikutnya tergolong dalam kelompok website (situs di Internet). Jika telah memiliki dasar dari tahapan-tahapan sebelumnya, akan lebih cepat untuk dapat belajar dari bahan-bahan yang terdapat di sejumlah besar website.

Kalau hendak dikelompokkan lebih lanjut, contoh situs yang tergolong dalam situs yang di dalamnya berisi sejumlah tutorial bagus adalah situs electronics-tutorials . Contoh lain adalah All About Circuits, Electrical 4 U, dan Tutorialspoint. Ada banyak situs lain yang serupa untuk bidang-bidang yang sama seperti contoh yang telah disebutkan ataupun yang berbeda, carilah dengan menggunakan Google/Bing.

Selain situs yang khusus dibuat untuk menyajikan tutorial, ada pula sumber-sumber belajar yang dibuat oleh para produsen barang/sistem. Untuk dapat menjual produknya dengan baik, banyak produsen yang melakukan costumer education. Bahkan juga kepada calon pembeli. Ada beberapa cara yang umum ditempuh para produsen ini. Bisa melalui application note, user's manual, white paper atau bahkan di datasheet. Anda juga bisa menemukan beberapa tutorial yang dibuat oleh para produsen. Jika sudah memiliki dasar, malah akan lebih mudah mempelajari operasi spesifik suatu sistem alat berdasarkan keterangan dari produsennya.

Wiki adalah bentuk lain dari kumpulan catatan yang dikerjakan oleh satu atau banyak orang. Semua informasi yang dikumpulkan di sana menjadi basis data pengetahuan yang bisa terus menerus diperbarui. Salah satu wiki yang paling dikenal adalah Wikipedia. Walaupun sebenarnya ada wiki-wiki lain yang dibangun untuk berbagai keperluan, sekadar sebagai contoh salah satunya adalah Electrical Installation Wiki. Khusus untuk keperluan karya akademik yang resmi, sebaiknya tidak mempergunakan Wikipedia sebagai acuan tunggal. Jika hendak tetap ringkas, sebaiknya langsung menuju sumber yang dikutip oleh artikel di Wikipedia itu. Di kesempatan lain jika dapat mempergunakan beberapa sumber rujukan, artikel Wikipedia baik berfungsi sebagai 'pembuka jalan' atau pengantar awal. 

Web log atau blog yang berisi catatan dapat ditemukan di situs perorangan, kelompok ataupun perusahaan. Catatan yang berisi pengalaman atau bahkan opini bisa menjadi sumber informasi pembanding yang penting. Beberapa penerapan dari informasi di textbook atau handbook juga bisa ditemukan dan dipelajari dengan lebih mudah di blog. Berbeda dengan buku komersial, umumnya blog tidak terikat batasan panjang tulisan dan nilai keekonomian cetakan buku. Seperti sumber informasi lainnya, penting untuk diingat bahwa tentu saja tidak semua hal yang ada di semua blog adalah hal yang benar. 

Salah satu cara untuk memeriksa data atau informasi adalah dengan mengikuti contoh cara di bidang telekomunikasi seperti gambar berikut ini. Posisi tepat suatu telepon selular dapat diketahui dengan mempergunakan setidaknya tiga BTS, tidak cukup hanya menggunakan satu saja.

Penggunaan lebih dari satu sumber informasi adalah bentuk penerapan lain dari triangulasi. Sebagaimana di gambar berikut ini, jika didapati informasi yang sama dari beberapa sumber berbeda yang dikenal memiliki rekam jejak yang cukup baik maka sangat patut diduga informasi itu adalah fakta atau hal yang benar. Cara membandingkan seperti ini tidak hanya dipakai untuk blog tetapi baik juga dipakai untuk semua sumber informasi. 

Yang sering menyulitkan adalah jika dari beberapa sumber, satu sumber ternyata sebenarnya mengutip sumber yang lain. Hal yang sama menyulitkan adalah jika beberapa sumber yang didapat itu (sekalipun independen satu sama lain) bukanlah sumber yang punya rekam jejak yang kredibel. 


Sumber pelengkap berikutnya adalah situs-situs yang menyajikan film (movies). Sepintas ini seperti tidak ada hubungannya dengan proses belajar yang serius. Tetapi sebenarnya adalah sebaliknya, banyak bahan belajar yang dapat juga ditemui di banyak film, terutama film berjenis dokumenter. Misalnya Air Crash Investigation, Engineering Catastrophes (2018)Impossible Engineering (2015)MythBusters (2003). Ada beberapa sumber lain yang sejenis yang bisa dipakai untuk menyaksikan film yang menarik, silakan dicoba dicari.

Berikutnya di mind map adalah situs Medium, pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama dengan layanan Wordpress atau Blogspot. Sebagai platform untuk blog memiliki keunggulan dalam hal kecepatan proses publikasi untuk tulisan. Tapi bagi saya, untuk membuat dan mempublikasi tulisan yang memiliki banyak gambar, Medium masih cukup lambat. Beberapa tulisan serius dan tematik cukup banyak ditemukan di Medium, karena itu layanan ini tetap menjadi salah satu yang baik untuk dipergunakan. Sebagai contoh, The Economist,  Towards Data Science, dan BetterProgramming. Di Medium terdapat paywall sehingga ada beberapa artikel yang tidak bisa dibaca secara gratis.

Pernahkah anda mendengar tentang Stack Overflow? Jika pernah maka sebenarnya situs SO itu adalah salah satu bagian dari StackExchange Network. Berbeda dengan Medium, di SO (dan SE secara umum) para pengguna bisa dengan lebih mudah mengajukan pertanyaan dan memberi jawaban. Di mind map yang saya buat terdapat beberapa contoh bagian yang cukup dikenal selain SO.

Quora adalah situs yang mirip dengan SO (atau SE) tadi. Bedanya adalah, Quora ditujukan untuk khalayak dan pembahasan yang lebih luas. Quora dapat diakses juga dengan menggunakan app di Android.

Sebagai akhir untuk bagian ini, perlu saya sampaikan juga bahwa kadang-kadang untuk beberapa hal praktis tertentu, informasi yang diperoleh dari situs-situs di Internet sudah cukup untuk dipakai dalam penyelesaian masalah yang dihadapi. Meskipun tetap perlu berhati-hati karena tanpa fondasi yang memadai untuk sebuah bangunan, maka nantinya akan menjadi lebih mudah untuk runtuh. Begitu pun dengan 'bangunan' knowledge base manusia.

MICROBOOKS

Layanan microbooks memberikan penyajian yang lebih singkat dari buku-buku yang telah diterbitkan. Anda mungkin pernah mengenal CliffNotes, atau di Indonesia yang hampir mirip dan lebih dikenal adalah seri Schaum's Outline.  Layanan microbooks hampir serupa dengan format kedua seri tersebut. Tetapi layanan microbooks mencakup buku-buku dengan tema bahasan yang lebih luas.

Menurut saya, sampai hari ini layanan terbaik yang saya temui adalah Blinkist. Sayangnya untuk mengambil manfaat penuh, untuk bisa mengakses ke semua material yang disediakan, kita perlu membayar biaya berlangganan. Layanan berikutnya adalah 12min, yang juga adalah layanan berbayar (untuk akses penuh). Selain dalam mode teks, kedua layanan itu menyediakan juga ringkasan dalam bentuk audio.

Mengapa buku dapat disingkat? Umumnya buku non-fiksi dipakai untuk menyampaikan informasi atau gagasan. Sekalipun target pembaca sudah dibatasi, buku umumnya tetap diupayakan untuk dapat dibaca oleh banyak orang. Untuk dapat lebih menjamin bahwa para pembaca yang memiliki berbagai latar belakang dapat sama-sama memahami apa yang hendak disampaikan, maka pokok-pokok bahasan disertai dengan sejumlah keterangan penunjang untuk memberikan konteks yang memadai. Sehingga untuk tiap kalimat utama terdapat sejumlah kalimat pendukung.

Apakah membaca penuh buku sama persis dengan membaca ringkasannya? Tentu saja secara umum jawabannya adalah tidak sama. Tetapi untuk beberapa keperluan, pokok-pokok pikiran dan informasi yang disampaikan melalui ringkasan sudah cukup. Aturannya cukup sederhana, semakin perlu pendalaman suatu materi bahasan/pelajaran maka semakin perlu untuk membaca langsung buku aslinya. Begitu juga, semakin jarang kita terekspos buku-buku yang menjadi dasar fondasi bidang tersebut, semakin maka akan semakin berisiko jika hanya mengandalkan ringkasan materi. Jika kita (secara umum) telah memiliki fondasi, maka pelengkap pernak-pernik dapat lebih mudah ditambahkan dengan aman. Yang berbahaya adalah sering terlalu fokus pada pelengkap dan mengabaikan fondasi.

YOUTUBE

Salah satu nikmat generasi zaman ini berwujud berupa keberadaan YouTube. Dari situs ini ada banyak hal yang bisa dipelajari dengan lebih mudah, dari banyak perusahaan, banyak orang dan dari berbagai tempat di belahan dunia. Di YouTube kita bisa membuat playlist untuk video-video yang sering kita saksikan atau penting disimpan dalam daftar.

YouTube dapat dipergunakan secara gratis, tetapi tayangan akan sesekali diselingi iklan. Ada kalanya kita akan berada dalam situasi saat waktu dan kemampuan untuk berkonsentrasi begitu berharga. Maka ada saat itu bisa dipertimbangkan untuk membayar biaya akses Premium.

AUDIO

Di YouTube sebenarnya juga tersedia tayangan podcast, yaitu penyajian informasi dalam bentuk suara. Anda bisa menyimak informasi yang disampaikan tanpa perlu melihat tayangan videonya. Ada juga tayangan yang bahkan tidak berisi gambar bergerak sama sekali, hanya audio dan gambar statis saja.

Meskipun begitu, kita juga bisa menikmati podcast dengan aplikasi yang khusus dibuat untuk tujuan itu. Misalnya dengan mempergunakan aplikasi di Android seperti Podcast Player dan Podcast Addict. Beberapa podcast juga bisa didengarkan langsung dari website melalui web browser, misalnya The Amp Hour. Ada banyak podcast yang menurut banyak orang bagus, tetapi karena keterbatasan waktu kita perlu memilih yang sesuai. Ada banyak tema yang bisa didengarkan, sebagai contoh Revisionist History, Science Friday, How To Do Everything, Stuff You Should Know, Thinking Allowed, Unprofessional Engineering. Semua podcast tersebut dan banyak yang lainnya bisa dicari melalui aplikasi atau dengan mesin pencari seperti Google/Bing.

Menurut saya, podcast ini salah satu pilihan terbaik untuk menyerap pengalaman dari para praktisi dan pelaku industri. Beberapa memang dibuat dalam bentuk reportase (seperti yang dilakukan oleh Malcolm Gladwell) tetapi lebih banyak yang dalam bentuk obrolan santai.

Selain podcast ada juga format penyajian informasi yang disebut sebagai audiobook. Salah satu penyedia layanannya adalah Audible (perusahaan Amazon) yang merupakan layanan berbayar. Audible dapat diakses langsung dari PC maupun mobile phone. Berbeda dengan layanan microbooks, audiobook dapat berupa pembacaan satu buku penuh tanpa penyingkatan (unabridged). Salah satu keunggulan podcast maupun audiobook adalah bisa didengarkan sambil melakukan aktivitas yang lain. Jadi, semakin banyak fasilitas layanan belajar yang bisa dimanfaatkan di berbagai situasi.

ANDROID APPS

Perangkat mobile phone ('hape') tipe smart phone zaman ini memiliki kemampuan yang bahkan lebih tinggi dari komputer di zaman dahulu. Ada banyak aplikasi yang bisa dijalankan, termasuk sejumlah aplikasi untuk belajar.

Misalnya, terdapat beberapa aplikasi yang berisi kumpulan informasi bidang elektronika, bidang elektrikal, bidang pemrograman komputer. Banyak dari aplikasi itu dapat di-install secara gratis di Android. Contohnya Arduino Language ReferenceArduino HandBook 2Learn C Programming.

RSS (Really Simple Syndication) pada dasarnya adalah salah satu cara untuk melakukan agregasi berita.  Dalam tulisan ini saya maknai secara luas dan agak bebas, yaitu merujuk pada semua fasilitas untuk melakukan agregasi berita. Feedly adalah salah satu app di Android yang bisa dipakai untuk mengumpulkan isi berita dari berbagai sumber. Dengan menggunakan fasilitas ini, kita bisa menghemat waktu yang diperlukan, dibandingkan jika harus menelusuri setiap sumber berita. 

Selain Feedly, anda bisa juga mempergunakan Flipboard (yang bisa diakses juga dari laptop). Cara penggunaannya sedikit berbeda dari Feedly, dan menurut saya bahkan lebih baik. Terakhir di kelompok agregator berita ini adalah aplikasi Nesw360. Ketiga aplikasi ini bisa dipakai untuk memperluas wawasan atau mengamati perkembangan suatu bidang tertentu.

Di Android juga terdapat beberapa aplikasi belajar yang bisa dipergunakan untuk mempelajari secara spesifik suatu bidang seperti bidang pemrograman komputer. Misalnya Sololearn, Grasshopper, dan Encode. Aplikasi sejenis ini juga mempergunakan prinsip edutainment, sehingga bisa lebih menarik untuk dipergunakan.

SNS

SNS (Social Networking Service) seperti Facebook dan Twitter barangkali sering tidak dianggap sebagai bagian dari sumber belajar, terutama secara 'klasik'. Tetapi jika dicermati, banyak layanan SNS yang juga bisa berfungsi sebagai sumber belajar pelengkap yang baik.

Menurut beberapa artikel yang pernah saya baca, sebagai layanan jejaring sosial Facebook telah mulai ditinggalkan oleh banyak pengguna yang berusia muda. Menurut pengalaman saya, FB masih merupakan sarana belajar SNS yang baik di antara layanan lainnya. Di FB, kita bisa membaca microblogging dari banyak pengguna lainnya yang bisa diikuti secara khusus. Isi informasi bisa disampaikan secara sangat singkat bahkan hanya berupa link, tetapi bisa juga disampaikan dengan lebih lengkap.

Di FB saya mengikuti beberapa sumber berita mainstream seperti koran dan majalah digital. Di FB pula saya bisa secara selektif mengikuti post beberapa akun yang saya anggap cukup baik. Meskipun isinya bahkan tidak saya setujui, hal seperti ini baik sebagai penyeimbang dan membantu untuk mendeteksi bias pendapat kita. Ada sejumlah page dan group  di FB yang juga cukup baik untuk diikuti untuk memperluas wawasan dan untuk mengetahui perkembangan terkini yang relevan untuk proses belajar. Selain itu, sebagai selingan di FB juga banyak bahan yang termasuk humor.

Twitter memiliki karakteristik yang berbeda dari FB. Informasi yang disampaikan dalam bentuk yang lebih singkat, begitu pula pola komunikasinya (diskusinya). Sama seperti FB, saya mempergunakan Twitter terutama sekali sebagai sumber informasi untuk belajar. Maka untuk tiap bidang ada beberapa akun yang cukup baik untuk diikuti, meskipun tentu tidak perlu semua. Untuk menemukan akun-akun tersebut ada beberapa contoh sumber. Misalnya: Top Data Scientists to follow on Twitter in 202030 AI experts to follow on Twitter100 AWESOME Developers to follow on Twitter. Sekalipun formatnya yang singkat, Twitter memiliki keleluasaan penyertaan link dan share (retweet).

Facebook dan Twitter juga paling baik untuk dipakai memonitor keadaan, mendeteksi apa saja kabar berita yang terjadi di daerah sekitar kita. Tentu saja tidak semua sudah tersedia dan mudah untuk ditemukan, beberapa hal privat sulit untuk ditemukan. Tetapi selain itu, semakin lama semakin banyak yang bisa diketahui dengan hanya bermodal FB & Twitter. Suatu kejadian di suatu kota bahkan mungkin lebih dahulu diketahui oleh beberapa orang di kota lain daripada beberapa orang di kota tempat kejadian. Detail cara penyebaran informasi di dunia sudah banyak berubah dari era sebelumnya.

Telegram tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk saling berkirim pesan. Layanan ini juga bisa dipakai untuk menerima informasi  Beberapa kanal Telegram yang dapat diikuti (menurut versi saya) telah saya buat daftarnya di tautan ini. Keunggulan Telegram dibanding Twitter adalah informasi dapat dibagi per kanal/per sumber, tidak menjadi satu daftar panjang informasi.

Menurut saya layanan di server Discord lebih interaktif daripada beberapa kanal yang saya ikuti di Telegram. Tetapi tentu saja selalu ada plus dan minusnya, tergantung keperluan. Daftar beberapa server Discord telah saya kumpulkan di sini.

Saya memiliki akun Instagram, setelah beberapa lama mempergunakannya saya melihat bahwa IG lebih cocok sebagai sarana belajar pelengkap tambahan karena format pengaturannya. Yang menurut saya paling bermanfaat adalah infographic  dan tayangan video-nya yang singkat. Lebih cocok sebagai sumber inspirasi daripada untuk belajar memahami suatu bahasan tertentu. Format penyampaian seperti ini termasuk yang disebut sebagai bit-size information.

Reddit memiliki kemiripan seperti Discord dan Stack Overflow. Cakupan bahasan di layanan ini sangat luas dan dibagi-bagi ke dalam ruang-ruang yang terpisah. Sayangnya setahu saya hingga saat ini, untuk dapat mengaksesnya dari Indonesia perlu mempergunakan VPN.

OUTPUT

Belajar adalah tentang berubah. Indikator terjadinya proses belajar yang baik adalah adanya perubahan. Menurut E Siregar (2010), seseorang dikatakan telah belajar kalau sudah terdapat perubahan tingkah laku dalam dirinya.


Di masyarakat umumnya istilah belajar tidak hanya dipakai untuk melakukan proses terhadap sesuatu yang baru atau belum dipahami. Tetapi dipakai untuk proses yang lebih umum, termasuk mengulangi bahan/materi. Maka sedang belajar dapat berarti sedang berusaha memahami sesuatu yang baru atau sedang mengulang bahan/materi sebelumnya. Perubahan adalah target yang hendak dicapai jika seseorang mempelajari sesuatu yang belum pernah dipahami sebelumnya.

Kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari proses yang sangat panjang. Salah satu tonggaknya adalah perubahan pola pikir mengenai cara perjuangan. Yang tadinya masih sangat terpisah-pisah berdasarkan kedaerahan, golongan, dan agama menjadi lebih terorganisasi dan bersatu. Perubahan cara berpikir menghasilkan perubahan cara pandang. Kemudian menghasilkan perubahan tindakan yang lalu menghasilkan kemerdekaan.

Penanganan pandemi Covid-19 di dunia memerlukan proses yang kurang lebih sama. Selalu harus dimulai dari perubahan cara berpikir/cara pandang yang kemudian baru menghasilkan perubahan tindakan, pengaturan, dan kondisi. Tanpa adanya perubahan cara dan pola pikir yang signifikan, maka akhir pandemi Covid-19 akan lebih banyak bergantung pada faktor lain. Faktor yang bahkan lebih sulit lagi untuk dikendalikan secara efektif dan efisien tanpa mendatangkan bahaya yang besar. 

Hal yang sama juga berlaku untuk sistem elektronik. Hasil yang memiliki wujud fisik selalu dimulai dari proses berpikir di satu titik tertentu. Setelah mempelajari tentang komponen tertentu, tentang rangkaian, tentang sistem maka harusnya ada perubahan cara berpikir. Cara yang lebih sesuai untuk bidang/topik/hal yang dipelajari.

Dalam proses belajar di elektronika, tata urutan berpikir ini kemudian bisa dituangkan ke dalam proses desain (perancangan). Proses ini umumnya mempergunakan perangkat lunak yang bisa langsung disambung dengan proses simulasi. Hasil simulasi dengan software itu bisa diwujudkan sebagai prototipe dengan breadboard. Berikutnya jika diperlukan bisa diteruskan menjadi proses fabrikasi.

Jadi, barang/benda nyata itu adalah hasil berikutnya dari perubahan yang terjadi sebelumnya, yaitu perubahan pemikiran. Penting diingat bahwa hasil belajar tidak selalu harus berwujud benda seperti kue, masakan sayuran, kerajinan dari kayu, mesin, rangkaian elektronik. Bisa juga berupa pemikiran, gagasan, konsep, desain/rancangan, program.

Ali bin Abi Thalib RA kabarnya pernah menyampaikan,"Ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya." Di era tahun 2000-an seperti ini, hal tersebut bertambah mudah untuk dipahami kebenarannya. Dengan melimpahnya informasi, orang perlu tempat penyimpanan dan pengelolaan selain di otaknya. Maka dalam belajar, perlu untuk menyimpan informasi. Sebagian kurasi dan catatan lainnya bisa disimpan di satu atau lebih note taking app seperti yang sudah saya cantumkan di mind map.

Untuk membangun yang serupa wiki pribadi, yang menurut saya masih terbaik adalah Trilium. Ini adalah software yang bisa juga dipakai dengan mudah di OS GNU/Linux. Evernote versi gratis juga cukup baik untuk dipergunakan. Evernote bisa dipakai untuk berbagi informasi secara publik/privat.

Selain membuat catatan, keluaran juga antara lain dapat disampaikan melalui media sosial dan layanan di Internet lainnya. Pengetahuan yang terus menerus disebarkan ulang akan mendatangkan lebih banyak manfaat. Jika kita mendapatkan kebaikan dari hal yang disebarkan orang lain, maka akan ada kemungkinan orang lain yang juga mendapat kebaikan dari hal yang kita sebarkan, walau sifatnya hanya menyebarkan ulang. Adalah kepentingan bersama untuk menjaga dan meningkatkan peradaban dengan memperbanyak informasi publik yang tersedia di Internet, sehingga mudah untuk ditemukan dan dimanfaatkan oleh banyak orang.

Hal yang penting diingat adalah kesalahan yang sering terjadi karena terlalu fokus pada output dan lupa untuk memperkuat input. Misalnya hoax yang sangat mudah dan sering tersebar karena seorang individu lupa untuk mempelajari dengan baik bidang yang diminatinya. Sesekali salah itu masih bisa dianggap manusiawi, tetapi kalau sangat sering maka patut diduga ada proses yang dibiarkan salah di pengolahan input. Ada istilah yang sering diungkap sebagai GIGO. Yang intinya adalah kualitas keluaran tergantung juga kepada kualitas masukan.

Di Notion, saya sudah coba mengumpulkan tautan ke beberapa sarana belajar yang dapat dimanfaatkan terutama saat perlu melakukan proses belajar secara online. Bisa dilihat di http://bit.ly/SaranaBelajarOnline.

Di Notion juga saya sudah mengumpulkan sumber-sumber yang baik sebagai sumber belajar, termasuk kanal-kanal di YouTube. Tautan ada di sini http://bit.ly/sumberBelajar.

Hal lain dapat dilihat juga di sini https://eee.sunupradana.info/

INFORMASI

Hal yang penting untuk diingat mengenai belajar, terutama belajar dari berbagai sumber di Internet adalah bahwa tidak ada orang yang bisa mengetahui semua hal di semua waktu. Ada banyak hal yang belum diketahui oleh para ilmuwan mengenai alam semesta, bahkan mengenai tubuh manusia sendiri. Sedangkan untuk hal yang sudah diketahui dan dicatat dalam sains pun tidak mungkin semuanya diketahui oleh semua orang. Lebih jauh lagi, di bidang peminatan yang sudah dianggap terfokus pun, akan ada saja hal baru yang akan ditemui seiring waktu.

Begitu pula, kecil kemungkinan orang untuk selalu memiliki ingatan yang baik dan benar untuk semua hal yang sudah pernah diketahuinya. Itulah sebabnya sejak dahulu peradaban dengan literasi dikembangkan oleh manusia. Mulai dari catatan di tablet tanah lempung, daun papirus, daun lontar, kulit binatang sampai ke kertas. Di era sekarang ini, semua media tadi mulai banyak digantikan dengan format digital. Manusia mulai banyak dibantu dan bahkan bergantung pada penyimpanan eksternal.

DIKW

Proses belajar antara lain dapat juga digambarkan sebagai tahapan dalam kerangka DIKW seperti gambar berikut.


A flow diagram of the DIKW hierarchy; where d : data, i : information, k : knowledge, u : understanding, w : wisdom, t : tacit knowledge, and e : explicit knowledge. 

Untuk dapat menghasilkan perubahan yang efektif dan efisien, idealnya data diupayakan dikumpulkan dan diproses hingga menjadi wisdom. Cara lain untuk menggambarkan proses DIKW adalah sebagaimana gambar berikut ini. Di gambar berikut ini bisa dilihat bahwa ada sejumlah titik-titik data yang perlu diberi/mendapat konteks hingga bisa menjadi kumpulan informasi. Kadang-kadang dari satu data yang sama bisa diperoleh lebih dari satu informasi jika terdapat konteks yang baru. Untuk dapat menjadi pengetahuan perlu ditemukan hubungan antar 'kepingan' informasi. Bisa jadi seiring waktu bisa ditemukan hubungan yang baru antar informasi yang sudah diperoleh. Kemudian dengan pengetahuan yang dimiliki bisa didapat insight saat menghadapi suatu permasalahan. Untuk mempermudah bisa diambil contoh bahwa saat menghadapi suatu problem, anda teringat bahwa ada pengetahuan informasi yang relevan untuk dipergunakan. Bisa juga anda teringat bahwa ada dua informasi yang berhubungan langsung dan menonjol di lingkup pengetahuan anda. 

Wisdom di gambar ini dapat bermakna bahwa kita dapat menemukan rute terbaik antara dua informasi. Rute terbaik ini bergantung pada kondisi yang dihadapi. Bisa jadi rute terpendek, tersingkat, atau paling mungkin untuk ditempuh.


Sekalipun tidak sempurna model DIKW ini adalah model yang baik untuk dipakai saat belajar dengan memanfaatkan Internet. DIKW dapat dibangun antara lain dengan menerapkan 5W1H.


Sunu Pradana

Pembaruan terakhir:  17 Agustus 2021



You'll only receive email when they publish something new.

More from Sunu Pradana