Dihafal atau tidak?

Salah satu tantangan besar bagi mereka yang berstatus pelajar atau mahasiswa adalah banyaknya hafalan materi pelajaran. Secara klasik salah satu tanda awal adanya perubahan dalam proses belajar adalah dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Pengetahuan berurusan dengan informasi yang disimpan, antara lain (sebagian) dengan cara diingat. Karena itu usaha dalam belajar biasanya ditandai dengan kemauan untuk mengingat materi. Hal ini tidak sepenuhnya salah, dalam Bloom's taxonomy secara literal disebutkan bahwa mengingat adalah bagian dasar dari piramida proses belajar.


Lalu apakah ini berarti di zaman modern ini kita perlu menghafal semua materi? Apa setelah lulus dari tahap pendidikan formal maka kita tetap mengutamakan menghafal dalam science, engineering, & technology sebagai aktivitas utama?

Jawabannya adalah, tentu tidak. Bahkan beberapa dekade yang lalu, zaman sudah mulai mengalami apa yang disebut sebagai 'banjir informasi'. Jika pada masa sebelumnya banyak orang sering mengalami kesulitan dalam mencari informasi, maka pada era 'banjir informasi' yang terjadi adalah sebaliknya. Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk mengelola informasi yang tersedia. Termasuk untuk memilah dan menyimpan informasi.

Karena itu untuk menghafal semua informasi, bahkan untuk informasi yang cukup penting, tidaklah masuk akal. Di zaman ini jumlahnya akan terlalu banyak untuk dapat secara efektif dan efisien diingat oleh manusia. Bagi yang bekerja dengan sejumlah besar informasi, bantuan eksternal sudah sangat diperlukan.


https://smarthistory.org/cuneiform/

Sudah sejak lama manusia sudah mempergunakan sarana lain selain suaranya sendiri (secara lisan) untuk menyampaikan informasi. Beberapa sarana juga sekaligus bermanfaat sebagai media penyimpan informasi, seperti tablet dari tanah dalam foto di atas atau foto dokumen dari kulit binatang di bawah ini.


Di wilayah nusantara, penyimpanan dan penyebaran informasi zaman dahulu juga telah memanfaatkan sarana bantu. Antara lain menggunakan daun lontar seperti gambar di bawah ini.


Jika zaman dahulu saja manusia telah memanfaatkan sarana bantu, apalagi kemudian di era 'banjir informasi'. Manusia yang berurusan dengan banyak data dan informasi pasti memerlukan bantuan sarana penyimpanan.

Penyimpanan data/informasi eksternal terus berkembang dari waktu ke waktu. Terutama setelah sistem elektronik berkembang maju dengan sangat pesat. Untuk mengenal secara singkat mengenai perkembangan media penyimpanan artikel berikut ini cukup baik untuk dibaca, "17 Evolusi media penyimpanan data, mulai disket hingga cloud storage." 


Dengan keberadaan teknologi cloud penyimpanan data sudah dapat dilakukan di lokasi yang berbeda, yang mungkin saja secara fisik berjarak jauh dari pengguna. Teknologi ini memungkinkan banyak orang berkolaborasi dalam menyimpan dan memanfaatkan data. Dengan teknologi seperti teknologi cloud sepanjang terjangkau sistem telekomunikasi modern, manusia sudah bebas bergerak tanpa khawatir kehilangan akses terhadap data.


YES, BUT...

Di dunia ini seringkali terdapat banyak informasi yang tidak lengkap. Baik karena memang pengetahuan manusia belum lengkap atau karena memang informasi yang sampai tidak utuh.

Misalnya, manusia disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih demi kesehatan. Tetapi, yang kadang tidak sampai adalah informasi mengenai risiko bahaya terlalu banyak minum air putih. Begitu juga anda mungkin sering membaca manfaat vitamin C bagi tubuh. Tetapi jika tidak melihat detail informasi, mungkin tidak sempat membaca bagaimana kelebihan konsumsi vitamin C malah dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Pengetahuan semacam ini saya sebut sebagai 'yes, but...' (ya, tapi...). Bisa diartikan antara lain ada rentang batas yang kadang tidak diketahui atau tidak diperhatikan, tentang dosis penggunaan. Bisa juga berarti ada lebih dari satu sisi mengenai satu hal. Misalnya tentang pro dan kontra (pros & cons), untung & rugi, advantages & disadvantages,  baik dan buruk.

Jika diperhatikan, biasanya di review yang netral terhadap barang/jasa disampaikan hal-hal semacam ini. Karena tidak ada sistem yang sempurna, maka akan selalu ada kelebihan dan kekurangan dari suatu sistem.

Dunia modern dapat dibangun karena adanya energi listrik yang memadai. Pembangkit listrik mempergunakan minyak bumi dan batu bara yang menghasilkan polusi sejak saat penambangan sampai penggunaannya di pembangkit listrik. Begitu pula pembangkit listrik alternatif yang banyak dipergunakan, yaitu panel surya. Artikel di Harvard Business Review berikut ini dapat dibaca, The Dark Side of Solar Power. Begitu juga dengan pembangkit listrik turbin angin, bisa antara lain dibaca di Wind energy pros and cons. Artinya selalu ada sisi baik dan sisi buruk dari pilihan yang diambil. Karena itu perlu ditimbang sebaik-baiknya dengan informasi dan pengetahuan yang cukup sebelum diputuskan.

Di tulisan ini nanti akan bisa dilihat contoh bentuk 'ya, tapi...' yang berkenaan dengan menghafal dan mengingat.

APA KATA PARA ILMUWAN?

Pernahkah anda membaca kutipan seperti berikut ini?


Neil deGrasse Tyson adalah seorang ahli fisika, tepatnya seorang astrophysicist. Beliau menyatakan bahwa lebih baik untuk mengerti sesuatu daripada untuk menghafalkannya.

Ahli fisika lainnya yang bahkan lebih terkenal dan peraih hadiah Nobel, Albert Einstein bahkan menyatakan bahwa tidak perlu mengingat-ingat suatu informasi yang dapat dengan mudah anda cari dan temukan kembali. Einstein lahir pada tahun 1879 dan meninggal tahun 1955, jauh sebelum era akses cepat ke Internet bisa dipergunakan banyak orang.

Mengenai menghafal, terdapat juga kutipan cerita mengenai ahli fisika terkenal yang juga meraih hadiah Nobel, Richard Feynman.

“They had wasted all their time memorizing stuff like that, when it could be looked up in fifteen minutes.”
~ Story from Surely You’re Joking, Mr. Feynman

Kutipan di atas bercerita bagaimana pada saat itu pun Feynman dapat mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkannya di perpustakaan dengan cepat. Feynman bahkan seperti bercanda, waktu yang dipakai untuk menghafal sebanding nilainya dengan waktu 15 menit yang diperlukan olehnya untuk menemukan informasi yang sama di perpustakaan.

Richard Feynman lahir tahun 1918 dan meninggal tahun 1988, 8 tahun sebelum Larry Page dan Sergey Brin memulai proyek yang kemudian menjadi Google. Feynman tidak diberkahi pencarian mudah seperti yang bisa kita nikmati sekarang ini.

LALU BAGAIMANA?

Di bagian awal tulisan ini telah dilihat bahwa mengingat (remember) adalah bagian paling bawah dari piramida belajar. Artinya mengingat/menghafal memang perlu dilakukan. Meskipun jika ditelusuri lebih lanjut, makna remember dalam Bloom's taxonomy itu tidak hanya bermakna literal sebatas sebagai kegiatan menghafal/upaya mengingat.

Di sisi lain, telah disampaikan pula bahkan beberapa ilmuwan hebat yang mengerjakan hal-hal yang sangat rumit untuk  memperluas pengetahuan manusia berpendapat bahwa mengutamakan kegiatan menghafal bukanlah hal yang baik. Jadi bagaimana sebaiknya?

Jawabannya terletak pada porsi. Kemampuan untuk mengingat, terutama jenis ingatan jangka panjang sangat diperlukan. Karena bagian dari proses belajar adalah berpikir, sedangkan untuk dapat melakukan proses kognitif perlu bahan baku. Ingatan adalah bahan baku untuk berpikir. Tanpa bahan baku yang baik, sulit untuk mendapatkan hasil yang baik.

Tetapi, keutamaan belajar bukanlah pada kegiatan menghafal atau mengingat fakta-fakta. Porsi yang lebih utama dan mestinya lebih besar adalah justru untuk berpikir. Di dalam Bloom's taxonomy  sendiri, terdapat beberapa tingkat yang lebih tinggi dari tingkat 'remember'. Tiga bagian teratas adalah bagian HOTS (Higher Order Thinking Skills). Pembagian porsi antara mengingat dengan berpikir disampaikan dengan baik di kutipan berikut ini. Sebagian kecil dari porsi belajar adalah tentang mengingat fakta-fakta, dan porsi yang lebih besar adalah mengenai kemampuan untuk berpikir.



APA YANG PERLU DIHAFALKAN?

Sampai di sini anda sudah membaca bahwa mengingat itu penting, tetapi porsi utama belajar bukanlah untuk menghafal. Di beberapa paragraf di sebelumnya juga sudah disampaikan singkat mengenai evolusi sarana bantu bagi manusia untuk menyimpan dan menyebarkan data & informasi. Mulai dari tanah liat sampai teknologi cloud. Semuanya dapat dipakai untuk mengurangi beban manusia untuk menghafal sendiri sejumlah besar informasi. Lalu apa yang perlu dihafalkan, dan apa yang tidak?

Sayangnya jawaban pertanyaan mengenai apa saja yang perlu dihafal tidaklah singkat dan seragam. Cara yang paling baik adalah dengan berusaha terlebih dahulu akrab dengan bidang yang dipelajari. Misalnya dengan mencoba banyak membaca dan menyimak materi dalam format lain (audiovisual). Dengan begitu akan didapati pola yang menunjukkan hal-hal yang dapat dianggap sangat penting dalam materi. Belajar adalah proses yang aktif bukan pasif.

Cara lain yang bisa dilakukan tetapi kurang akurat adalah dengan mengikuti apa yang dianggap penting oleh orang lain yang mempelajari hal yang sama. Cara ini tidak seakurat jika proses telaah materi dilakukan sendiri, sebab umumnya tiap orang memiliki konfigurasi yang berbeda-beda. Latar belakang yang berbeda-beda dan dasar pemahaman yang berbeda pula. Bagi sebagian orang, beberapa keterangan dalam materi menjadi sangat penting sedangkan bagi sebagian orang yang lain menjadi tidak begitu penting. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang biasanya berlaku umum. Contohnya adalah persamaan hukum Ohm, ini adalah persamaan dasar yang secara umum dianggap sangat penting. 

Tiap tipe materi juga kadang memiliki keperluan yang berbeda bagi pelajar untuk menghafal fakta-fakta. Misalnya, para pemrogram komputer profesional tidak hanya mengandalkan otak mereka sebagai media penyimpanan informasi. Karena biasanya selalu bekerja dengan komputer dan umumnya sekarang juga terhubung dengan Internet, maka keperluan untuk mengingat banyak fakta dalam pekerjaan mereka menjadi berkurang. Ada beberapa pilihan lain selain otak manusia untuk menyimpan informasi yang dapat ditemukan kembali dengan cukup cepat sesuai keperluan jenis pekerjaannya. Beban kognitif dapat dikurangi dan sumber daya bisa dialihkan untuk hal lain. Untuk berpikir dalam upaya menyelesaikan masalah. Pekerjaan menjadi lebih mudah dengan banyak memanfaatkan mesin pencari seperti Google. Maka pelajar yang sedang mempelajari materi untuk jenis aktivitas pekerjaan seperti ini perlu untuk mulai beradaptasi dengan polanya. Menghafal informasi tetap diperlukan tetapi yang jauh lebih penting adalah mengetahui dan mengingat bagaimana cara untuk mencari informasi.

Berbeda lagi dengan tipe materi yang singkat yang penerapannya lebih banyak untuk manual labour (pekerjaan fisik). Materi pelatihan yang singkat cocok untuk penerapan yang perlu dilakukan secara cepat. Beberapa contoh aktivitas kerja manusia yang cepat dapat dilihat di playlist berikut ini. Untuk tipe pekerjaan semacam ini, waktu produksi akan banyak terbuang jika harus sering melihat rujukan. Maka keperluan dan jenis informasi yang perlu diingat, berbeda dengan aktivitas yang lebih banyak menggunakan HOTS.

MUSCLE MEMORY

Jika diterjemahkan secara harfiah, muscle memory berarti memori otot. Meskipun menurut pengetahuan ilmiah hingga saat ini yang dimaksud dengan muscle memory sebenarnya jauh lebih kompleks dari yang dianggap kebanyakan orang. Dalam pemahaman yang sederhana, muscle memory merujuk pada kemampuan manusia untuk mampu melakukan aktivitas tanpa memerlukan kesadaran penuh karena sudah terlatih dengan baik sebelumnya.

Istilah yang sebenarnya lebih tepat dari muscle memory adalah procedural memory : 

Procedural memory is a part of the long-term memory that is responsible for knowing how to do things, also known as motor skills. As the name implies, procedural memory stores information on how to perform certain procedures, such as walking, talking and riding a bike. Delving into something in your procedural memory does not involve conscious thought.

Procedural memory is a subset of implicit memory, sometimes referred to as unconscious memory or automatic memory. Implicit memory uses past experiences to remember things without thinking about them. It differs from declarative memory, or explicit memory, which consists of facts and events that can be explicitly stored and consciously recalled or "declared."

Jika seseorang pernah belajar mengendarai sepeda motor sampai terampil dan mempraktikkannya selama beberapa waktu, maka dalam kondisi normal ia akan terus memiliki kemampuan itu. Meskipun misalnya kemudian selama beberapa waktu ia sempat berhenti sementara dari mengendarai sepeda motor. Begitu juga bagi yang pernah terampil bermain gitar. Dalam situasi normal, keterampilan bermain gitar tidak akan hilang meski pernah tidak dipergunakan selama beberapa waktu. Secara informal tipe memori ini kadang disebut sebagai memori otomatis.

Jenis memori manusia yang lain adalah declarative memory. Berbeda dari procedural memory (muscle memory), tipe ingatan deklaratif adalah tipe ingatan yang dapat dinyatakan/disebutkan secara verbal. Dalam konteks pembicaraan awam, yang dimaksud dengan menghafal biasanya merujuk pada tipe memori ini. Ingatan dalam bentuk kata-kata, ingatan tentang ruang & waktu, termasuk dalam tipe memori ini. Inilah bagian dari memori manusia yang isinya lebih mudah untuk dilupakan.

GOOGLE EFFECT

Sebagaimana disampaikan di bagian atas, setiap teknologi punya sisi bagus dan jelek. Ada dampak baik dan buruk, bisa mendatangkan manfaat tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Polusi udara yang dihadapi banyak kota besar adalah contoh dampak dari kemajuan zaman melewati era industrialisasi. Setiap solusi dari suatu masalah, berpeluang akan menimbulkan masalah baru. Meskipun tingkat bahayanya mungkin lebih rendah dari masalah yang diselesaikan sebelumnya.

Salah satu masalah dari penyimpanan data/informasi eksternal di luar otak manusia adalah kebutuhan akan media penyimpanan. Zaman buku-buku dari kertas masih menjadi pilihan utama, diperlukan ruangan di bangunan fisik yang semakin besar untuk menampung pertambahan jumlah buku. Saat penyimpanan dengan sistem elektronik menjadi lebih dominan, efisiensi penggunaan volume ruang di bangunan memang meningkat. Tetapi kebutuhan suplai energi listrik juga meningkat. Keberadaan limbah elektronik juga meningkat, dan risiko keamanan akses dari seluruh penjuru dunia juga meningkat. Hal yang pada zaman dahulu tidak pernah dialami.

Cara penyimpanan informasi secara eksternal juga membawa perubahan bukan hanya pada cara sebagian manusia bekerja. Tetapi juga pada cara hidup lebih banyak orang. Keberadaan Internet menambah laju penggunaan dan dampak dari penyimpanan informasi secara eksternal. Jika sebelumnya jumlah informasi yang disimpan dibatasi oleh kapasitas media seperti hard drive (hard disk), dan memory card maka dengan Internet (termasuk teknologi cloud) secara virtual menjadi hampir tidak terbatas.

Infrastruktur Internet memungkinkan tumbuhnya layanan baru yang semakin memudahkan pencarian dan pengelolaan informasi yang diperlukan, dengan lebih tepat. Di antara mesin-mesin pencari yang pernah ada, Google.com menjadi yang paling dikenal, disusul oleh Bing.com. Maka dengan semakin baiknya kemampuan mesin pencari, semakin mudah untuk mencari informasi yang dibutuhkan di Internet. Dengan begitu, secara alamiah manusia akan semakin mengandalkan Google untuk memenuhi kebutuhannya dalam menemukan data/informasi yang tepat. Manusia akan semakin tergantung pada layanan mesin pencari seperti Google.

Hal seperti ini adalah contoh bentuk lain dari yes, but... (ya, tapi...). Penggunaan Google membawa banyak manfaat, tetapi juga di saat yang sama membawa risiko kerugian bagi penggunanya.

The Google effect, also known as digital amnesia, is the tendency to forget information that is readily available through search engines like Google. We do not commit this information to our memory because we know that this information is easy to access online.

Beberapa artikel dan penelitian menyebutkan risiko yang dibawa oleh perubahan cara manusia mencari informasi yang semakin bergantung dengan mesin pencari seperti Google. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

REPETITION (PENGULANGAN)

Untuk dapat menghafal biasanya diperlukan pengulangan, suatu materi perlu diulang-ulang beberapa kali terutama untuk declarative memory. Proses pengulangan selalu memerlukan waktu, artinya dari 24 jam yang dimiliki beberapa harus dipakai untuk proses pengulangan ini. Dalam masa pendidikan formal, pengulangan dalam belajar (secara umum, bukan hanya untuk menghafal) menjadi bagian dari menu utama. Karena itu makna efisiensi saat masa pendidikan formal akan berbeda dengan saat sudah bekerja.

Di dunia kerja, umumnya efisiensi berarti meminimalkan penggunaan sumber daya (termasuk waktu) dengan hasil yang setidaknya tetap sama. Pekerjaan/aktivitas yang berulang-ulang secara manual biasanya dihindari, automasi berarti menjadikan proses yang berulang menjadi otomatis. Tidak jarang automasi melibatkan robot (sw/hw).

Dalam proses belajar, pengulangan (repetition) tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak efisien. Pengulangan adalah aktivitas yang memang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan belajar. 


You'll only receive email when they publish something new.

More from Sunu Pradana