Buku-Buku Acuan Untuk Proses Pembelajaran

Biasanya setiap awal perkuliahan akan diperlukan penyesuaian. Masing-masing materi dan pengajar memiliki style yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan acuan dasar bersama. Sekalipun nantinya selalu akan ada penyesuaian tambahan untuk mengakomodasi ketidakidealan.

Berikut beberapa yang saya pakai sebagai acuan:

  • B. Carey, How We Learn: The Surprising Truth About When, Where, and Why It Happens, Kindle. Random House, 2014.
  • P. C. Brown, Make It Stick. Harvard University Press, 2014.

  • G. Mckeown, Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less, 1st ed. Currency, 2014.

  • B. Oakley, Learn Like a Pro. Essentials, 2021.
  • B. Oakley, B. Rogowsky, and T. J. Sejnowski, Uncommon Sense Teaching: Practical Insights in Brain Science to Help Students Learn. TarcherPerigee, 2021.
  • D. T. Willingham, Why Don’t Students Like School?: A Cognitive Scientist Answers Questions About How the Mind Works and What It Means for the Classroom, 2nd ed. Jossey-Bass, 2021.
  • D. L. Schacter, The Seven Sins of Memory: How the Mind Forgets and Remembers, 1st ed. Mariner Books, 2002.
  • Y. Weinstein, M. Sumeracki, and O. Caviglioli, Understanding How We Learn: A Visual Guide, 1st ed. Routledge, 2018.
  • G. Whitman and I. Kelleher, Neuroteach: Brain Science and the Future of Education, Illustrated edition. Rowman & Littlefield Publishers, 2016.
  • M. Smith and J. Firth, Psychology in the Classroom: A Teacher’s Guide to What Works, 1st ed. Routledge, 2018.

  • B. Oakley, A Mind For Numbers: How to Excel at Math and Science (Even If You Flunked Algebra). TarcherPerigee, 2014.
  • J. Medina, Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home, and School. Pear Press, 2008.
  • C. Newport, Deep Work: Rules for Focused Success in a Distracted World. Grand Central Publishing, 2016.
  • M. Gladwell, Outliers: The Story of Success. Little, Brown and Company, 2008.
  • D. Epstein, Range: Why Generalists Triumph in a Specialized World. Riverhead Books, 2019.
  • R. Greene, Mastery, First Edition. Viking, 2012.
  • C. S. Dweck, Mindset: The New Psychology of Success, Reprint, Updated edition. Random House, 2006.
  • S. Young, Ultralearning: Master Hard Skills, Outsmart the Competition, and Accelerate Your Career, Illustrated edition. Harper Business, 2019.

  • W. C. Oakes and L. L. Leone, Engineering Your Future: Comprehensive, 8th ed. Oxford University Press, 2014.
  • S. Moaveni, Engineering Fundamentals: An Introduction to Engineering, 5th ed. Cengage Learning, 2015.
  • P. Kosky, R. T. Balmer, W. D. Keat, and G. Wise, Exploring Engineering: An Introduction to Engineering and Design, 5th ed. Academic Press, 2020.
  • S. Y. Auyang, Engineering—An Endless Frontier. Harvard University Press, 2009.

  • K. Jones, Retrieval Practice: Resources and research for every classroom. John Catt Educational, 2020.
  • P. K. Agarwal and P. M. Bain, Powerful Teaching: Unleash the Science of Learning, 1st ed. Jossey-Bass, 2019.
  • J. M. Lang, Small Teaching: Everyday Lessons from the Science of Learning, 2nd ed. Jossey-Bass, 2021.
  • F. Darby and J. M. Lang, Small Teaching Online: Applying Learning Science in Online Classes, 1st ed. Jossey-Bass, 2019.

  • W. Zinsser, On Writing Well: The Classic Guide to Writing Nonfiction, 30th ed. Harper Perennial, 2016.

Tentang Tugas Akhir/Skripsi

Pembaruan terakhir: 2021-08-30 00:38:47

Catatan berikut ini adalah mengenai tugas akhir/skripsi. Sekalipun ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan dokumen panduan pada masing-masing institusi/perguruan tinggi, saya harap ini dapat dimanfaatkan untuk setidaknya menghindari masalah yang mungkin akan dihadapi.

Tulisan ini akan selalu diperbarui dan diperbaiki. Saya niatkan untuk membantu mempermudah para mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir dan skripsi. Ada hal-hal yang dianggap mudah bagi orang lain, tetapi bisa jadi akan menjadi hal baru dan tidak mudah bagi mahasiswa. 

  • Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dan 4N (Niteni, Nirokke, Nambahi, Nemokke) baik untuk diterapkan dalam mengerjakan tugas akhir/skripsi. Artinya dimulai dari kemauan untuk banyak membaca. Buku, makalah, maupun tugas akhir/skripsi yang sudah dibuat orang lain. Secara umum artinya perlu untuk benar-benar mau belajar.
  • Jangan 'menjiplak habis' (menjiplak total) dari tugas akhir/skripsi lain. Sekalipun untuk Bab 2 (landasan teori/kajian pustaka/dasar teori). Pahami sumber yang dirujuk lalu tulis dengan kata-kata yang disusun sendiri (parafrasa/paraphrase). Untuk teori yang sudah umum (bukan hal yang sangat baru), akan lebih baik jika dapat langsung mengutip dari buku atau makalah atau dokumen yang dikeluarkan oleh produsen komponen/alat/sistem. Jika memang sangat diperlukan, bisa menggunakan kutipan panjang. Sebagai contoh beberapa panduan (IEEE style) berikut bisa dilihat (gunakan Google Translate jika diperlukan):
  • Secara umum, Bab 2, diperlukan untuk dapat mengerjakan bab-bab selanjutnya. Bab 2 juga disusun berdasarkan paparan di Bab 1. Artinya tidak perlu berpanjang lebar di Bab 2 jika tidak dipakai atau bahkan tidak penting untuk membantu pengerjaan dan pembahasan di bab-bab berikutnya.
  • Manfaatkan teori yang sering juga disampaikan/dikutip oleh produsen di materi pelatihan. Misalnya oleh ABB, Schneider, Siemens, General Electric, Eaton, APC. Ada berbagai bentuk dokumen, misalnya training manual, application note, user's guide, user's manual, white paper, datasheet, tutorial.
    Untuk mendidik pengguna (pelanggan), cukup banyak perusahaan besar yang menyertakan teori di materi pelatihan yang bisa di-download secara legal gratis.
  • Ingat untuk menyertakan dokumen yang diperlukan dari perusahaan pembuat komponen/alat/sistem di bagian lampiran. Untuk sistem elektronika, misalnya cantumkan datasheet. Sumber-sumber untuk memperolehnya sudah saya cantumkan di artikel ini. Mengenai cakupan apa saja yang dianggap perlu, silakan dikonsultasikan dengan Pembimbing Satu. Karena di 'zaman Internet' ini, lebih baik untuk tidak terlalu banyak menyertakan kertas datasheet tercetak (hard print).

...lanjutan...

Sumber datasheet

Kemampuan untuk membaca datasheet (sebagian sumber menulisnya sebagai data sheet) akan diperlukan di tingkat/situasi tertentu. Misalnya saat perlu untuk mencari komponen pengganti yang sepadan. Bisa juga saat seseorang sudah perlu untuk melakukan perancangan rangkaian dan menentukan komponen yang akan dipakai.

Untuk lulusan perguruan tinggi, kemampuan untuk membaca datasheet sudah harus perlu dimiliki. Karena itu di mata kuliah ELDA, kemampuan ini perlu dilatih mulai dari yang sederhana. Misalnya untuk diode penyearah di "Kutipan datasheet 1N4001 sampai 1N4007".

Tidak semua keterangan di datasheet perlu diketahui atau dipergunakan untuk satu saat tertentu. Ini ada kemiripan dengan hidangan makanan pada saat prasmanan (atau buffet), tidak semua makanan yang tersedia perlu dikonsumsi. Di datasheet terdapat parameter yang diperlukan pada satu saat, dan parameter lain yang mungkin akan diperlukan di saat lain.

Umumnya tiap perusahaan komponen juga menyediakan datasheet di web site mereka. Beberapa contoh perusahaan ada di daftar berikut: 

Selain perusahaan pembuat komponen/alat/sistem, distributor elektronik juga biasa menyediakan datasheet dari komponen yang dijualnya. Beberapa yang umum misalnya:

Untuk beberapa datasheet dari komponen lama yang mungkin sudah lebih sulit ditemukan di situs produsen, situs pencari berikut dapat dipergunakan:

Cara lainnya adalah dengan mempergunakan mesin pencari seperti Google atau Bing. Cara penggunaan mesin pencari sudah saya kutip di artikel berikut ini (link).

Situs materi electrical untuk industri

Elektronika daya (power electronics) berkaitan dengan dua hal besar, ilmu elektronika dan ilmu sistem tenaga (power systems). Secara sederhana, ilmu elektronika dipergunakan untuk mengendalikan daya yang lebih besar. 

Untuk 'industri besar' umumnya sistem peralatan utama yang dipakai adalah yang berasal dari provider yang sudah memiliki reputasi baik secara international. Seperti produk dari grup ABB, Schneider, Siemens, Allen-Bradley, Yaskawa, Mitsubishi. Misalnya untuk motor, VFD, softstarter, dan PLC. Maka jika diperlukan, baik juga untuk mengacu pada keterangan yang diberikan oleh produsen sistem alat komersial yang banyak dipakai di industri.

Berikut adalah daftar alamat situs-situs yang bisa dimanfaatkan untuk belajar mengenai electrical.

Fasilitas untuk penulisan dalam Bahasa Inggris

Berikut ini beberapa fasilitas yang bisa dipakai untuk membantu penulisan dalam Bahasa Inggris.


Mengurangi berdebat

Saya membuat sub domain ini (log.sunupradana.info) awalnya untuk membuat catatan (log). Sebagai latihan berpikir sambil sekalian sebagai catatan  untuk mengingat. Kemudian sarana ini saya manfaatkan sekalian untuk menulis bahan untuk kuliah. Karena itu format tulisan kadang blog, kadang tutorial, kadang-kadang mendekati esai. Untuk tulisan ini saya akan menulisnya sebagai blog, sekalipun tetap d

DEBAT

.

.

.

.

.

Yang penting untuk diingat menurut saya adalah pemahaman terhadap prinsip bahwa setiap manusia punya bias. Kemudian tidak ada satu manusia pun yang mengetahui semua hal, apalagi selalu dapat mengingatnya dengan benar dan lengkap setiap waktu.

.

.

.


.

.


.

.

.


.

.


.

.


.

.

.

GPS

.

.


.

.

.


.

.


.

PEMBANDING

.

. Gambar kecil di hape

.



.

.


.

.


.

.

.


.

.


.

.


.

.

Google search engine

.

.

.


.

.


.

Dihafal atau tidak?

Salah satu tantangan besar bagi mereka yang berstatus pelajar atau mahasiswa adalah banyaknya hafalan materi pelajaran. Secara klasik salah satu tanda awal adanya perubahan dalam proses belajar adalah dari yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Pengetahuan berurusan dengan informasi yang disimpan, antara lain (sebagian) dengan cara diingat. Karena itu usaha dalam belajar biasanya ditandai dengan kemauan untuk mengingat materi. Hal ini tidak sepenuhnya salah, dalam Bloom's taxonomy secara literal disebutkan bahwa mengingat adalah bagian dasar dari piramida proses belajar.


Lalu apakah ini berarti di zaman modern ini kita perlu menghafal semua materi? Apa setelah lulus dari tahap pendidikan formal maka kita tetap mengutamakan menghafal dalam science, engineering, & technology sebagai aktivitas utama?

Jawabannya adalah, tentu tidak. Bahkan beberapa dekade yang lalu, zaman sudah mulai mengalami apa yang disebut sebagai 'banjir informasi'. Jika pada masa sebelumnya banyak orang sering mengalami kesulitan dalam mencari informasi, maka pada era 'banjir informasi' yang terjadi adalah sebaliknya. Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk mengelola informasi yang tersedia. Termasuk untuk memilah dan menyimpan informasi.

Karena itu untuk menghafal semua informasi, bahkan untuk informasi yang cukup penting, tidaklah masuk akal. Di zaman ini jumlahnya akan terlalu banyak untuk dapat secara efektif dan efisien diingat oleh manusia. Bagi yang bekerja dengan sejumlah besar informasi, bantuan eksternal sudah sangat diperlukan.


https://smarthistory.org/cuneiform/

Sudah sejak lama manusia sudah mempergunakan sarana lain selain suaranya sendiri (secara lisan) untuk menyampaikan informasi. Beberapa sarana juga sekaligus bermanfaat sebagai media penyimpan informasi, seperti tablet dari tanah dalam foto di atas atau foto dokumen dari kulit binatang di bawah ini.


Di wilayah nusantara, penyimpanan dan penyebaran informasi zaman dahulu juga telah memanfaatkan sarana bantu. Antara lain menggunakan daun lontar seperti gambar di bawah ini.


Jika zaman dahulu saja manusia telah memanfaatkan sarana bantu, apalagi kemudian di era 'banjir informasi'. Manusia yang berurusan dengan banyak data dan informasi pasti memerlukan bantuan sarana penyimpanan.

Penyimpanan data/informasi eksternal terus berkembang dari waktu ke waktu. Terutama setelah sistem elektronik berkembang maju dengan sangat pesat. Untuk mengenal secara singkat mengenai perkembangan media penyimpanan artikel berikut ini cukup baik untuk dibaca, "17 Evolusi media penyimpanan data, mulai disket hingga cloud storage." 


Dengan keberadaan teknologi cloud penyimpanan data sudah dapat dilakukan di lokasi yang berbeda, yang mungkin saja secara fisik berjarak jauh dari pengguna. Teknologi ini memungkinkan banyak orang berkolaborasi dalam menyimpan dan memanfaatkan data. Dengan teknologi seperti teknologi cloud sepanjang terjangkau sistem telekomunikasi modern, manusia sudah bebas bergerak tanpa khawatir kehilangan akses terhadap data.


YES, BUT...

Di dunia ini seringkali terdapat banyak informasi yang tidak lengkap. Baik karena memang pengetahuan manusia belum lengkap atau karena memang informasi yang sampai tidak utuh.

Misalnya, manusia disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi air putih demi kesehatan. Tetapi, yang kadang tidak sampai adalah informasi mengenai risiko bahaya terlalu banyak minum air putih. Begitu juga anda mungkin sering membaca manfaat vitamin C bagi tubuh. Tetapi jika tidak melihat detail informasi, mungkin tidak sempat membaca bagaimana kelebihan konsumsi vitamin C malah dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Pengetahuan semacam ini saya sebut sebagai 'yes, but...' (ya, tapi...). Bisa diartikan antara lain ada rentang batas yang kadang tidak diketahui atau tidak diperhatikan, tentang dosis penggunaan. Bisa juga berarti ada lebih dari satu sisi mengenai satu hal. Misalnya tentang pro dan kontra (pros & cons), untung & rugi, advantages & disadvantages,  baik dan buruk.

Jika diperhatikan, biasanya di review yang netral terhadap barang/jasa disampaikan hal-hal semacam ini. Karena tidak ada sistem yang sempurna, maka akan selalu ada kelebihan dan kekurangan dari suatu sistem.

Dunia modern dapat dibangun karena adanya energi listrik yang memadai. Pembangkit listrik mempergunakan minyak bumi dan batu bara yang menghasilkan polusi sejak saat penambangan sampai penggunaannya di pembangkit listrik. Begitu pula pembangkit listrik alternatif yang banyak dipergunakan, yaitu panel surya. Artikel di Harvard Business Review berikut ini dapat dibaca, The Dark Side of Solar Power. Begitu juga dengan pembangkit listrik turbin angin, bisa antara lain dibaca di Wind energy pros and cons. Artinya selalu ada sisi baik dan sisi buruk dari pilihan yang diambil. Karena itu perlu ditimbang sebaik-baiknya dengan informasi dan pengetahuan yang cukup sebelum diputuskan.

Di tulisan ini nanti akan bisa dilihat contoh bentuk 'ya, tapi...' yang berkenaan dengan menghafal dan mengingat.

APA KATA PARA ILMUWAN?

Pernahkah anda membaca kutipan seperti berikut ini?


Neil deGrasse Tyson adalah seorang ahli fisika, tepatnya seorang astrophysicist. Beliau menyatakan bahwa lebih baik untuk mengerti sesuatu daripada untuk menghafalkannya.

Ahli fisika lainnya yang bahkan lebih terkenal dan peraih hadiah Nobel, Albert Einstein bahkan menyatakan bahwa tidak perlu mengingat-ingat suatu informasi yang dapat dengan mudah anda cari dan temukan kembali. Einstein lahir pada tahun 1879 dan meninggal tahun 1955, jauh sebelum era akses cepat ke Internet bisa dipergunakan banyak orang.

Mengenai menghafal, terdapat juga kutipan cerita mengenai ahli fisika terkenal yang juga meraih hadiah Nobel, Richard Feynman.

“They had wasted all their time memorizing stuff like that, when it could be looked up in fifteen minutes.”
~ Story from Surely You’re Joking, Mr. Feynman

Kutipan di atas bercerita bagaimana pada saat itu pun Feynman dapat mencari dan menemukan informasi yang dibutuhkannya di perpustakaan dengan cepat. Feynman bahkan seperti bercanda, waktu yang dipakai untuk menghafal sebanding nilainya dengan waktu 15 menit yang diperlukan olehnya untuk menemukan informasi yang sama di perpustakaan.

Richard Feynman lahir tahun 1918 dan meninggal tahun 1988, 8 tahun sebelum Larry Page dan Sergey Brin memulai proyek yang kemudian menjadi Google. Feynman tidak diberkahi pencarian mudah seperti yang bisa kita nikmati sekarang ini.

LALU BAGAIMANA?

Di bagian awal tulisan ini telah dilihat bahwa mengingat (remember) adalah bagian paling bawah dari piramida belajar. Artinya mengingat/menghafal memang perlu dilakukan. Meskipun jika ditelusuri lebih lanjut, makna remember dalam Bloom's taxonomy itu tidak hanya bermakna literal sebatas sebagai kegiatan menghafal/upaya mengingat.

Di sisi lain, telah disampaikan pula bahkan beberapa ilmuwan hebat yang mengerjakan hal-hal yang sangat rumit untuk  memperluas pengetahuan manusia berpendapat bahwa mengutamakan kegiatan menghafal bukanlah hal yang baik. Jadi bagaimana sebaiknya?

Jawabannya terletak pada porsi. Kemampuan untuk mengingat, terutama jenis ingatan jangka panjang sangat diperlukan. Karena bagian dari proses belajar adalah berpikir, sedangkan untuk dapat melakukan proses kognitif perlu bahan baku. Ingatan adalah bahan baku untuk berpikir. Tanpa bahan baku yang baik, sulit untuk mendapatkan hasil yang baik.

Tetapi, keutamaan belajar bukanlah pada kegiatan menghafal atau mengingat fakta-fakta. Porsi yang lebih utama dan mestinya lebih besar adalah justru untuk berpikir. Di dalam Bloom's taxonomy  sendiri, terdapat beberapa tingkat yang lebih tinggi dari tingkat 'remember'. Tiga bagian teratas adalah bagian HOTS (Higher Order Thinking Skills). Pembagian porsi antara mengingat dengan berpikir disampaikan dengan baik di kutipan berikut ini. Sebagian kecil dari porsi belajar adalah tentang mengingat fakta-fakta, dan porsi yang lebih besar adalah mengenai kemampuan untuk berpikir.



APA YANG PERLU DIHAFALKAN?

Sampai di sini anda sudah membaca bahwa mengingat itu penting, tetapi porsi utama belajar bukanlah untuk menghafal. Di beberapa paragraf di sebelumnya juga sudah disampaikan singkat mengenai evolusi sarana bantu bagi manusia untuk menyimpan dan menyebarkan data & informasi. Mulai dari tanah liat sampai teknologi cloud. Semuanya dapat dipakai untuk mengurangi beban manusia untuk menghafal sendiri sejumlah besar informasi. Lalu apa yang perlu dihafalkan, dan apa yang tidak?

Sayangnya jawaban pertanyaan mengenai apa saja yang perlu dihafal tidaklah singkat dan seragam. Cara yang paling baik adalah dengan berusaha terlebih dahulu akrab dengan bidang yang dipelajari. Misalnya dengan mencoba banyak membaca dan menyimak materi dalam format lain (audiovisual). Dengan begitu akan didapati pola yang menunjukkan hal-hal yang dapat dianggap sangat penting dalam materi. Belajar adalah proses yang aktif bukan pasif.

Cara lain yang bisa dilakukan tetapi kurang akurat adalah dengan mengikuti apa yang dianggap penting oleh orang lain yang mempelajari hal yang sama. Cara ini tidak seakurat jika proses telaah materi dilakukan sendiri, sebab umumnya tiap orang memiliki konfigurasi yang berbeda-beda. Latar belakang yang berbeda-beda dan dasar pemahaman yang berbeda pula. Bagi sebagian orang, beberapa keterangan dalam materi menjadi sangat penting sedangkan bagi sebagian orang yang lain menjadi tidak begitu penting. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang biasanya berlaku umum. Contohnya adalah persamaan hukum Ohm, ini adalah persamaan dasar yang secara umum dianggap sangat penting. 

Tiap tipe materi juga kadang memiliki keperluan yang berbeda bagi pelajar untuk menghafal fakta-fakta. Misalnya, para pemrogram komputer profesional tidak hanya mengandalkan otak mereka sebagai media penyimpanan informasi. Karena biasanya selalu bekerja dengan komputer dan umumnya sekarang juga terhubung dengan Internet, maka keperluan untuk mengingat banyak fakta dalam pekerjaan mereka menjadi berkurang. Ada beberapa pilihan lain selain otak manusia untuk menyimpan informasi yang dapat ditemukan kembali dengan cukup cepat sesuai keperluan jenis pekerjaannya. Beban kognitif dapat dikurangi dan sumber daya bisa dialihkan untuk hal lain. Untuk berpikir dalam upaya menyelesaikan masalah. Pekerjaan menjadi lebih mudah dengan banyak memanfaatkan mesin pencari seperti Google. Maka pelajar yang sedang mempelajari materi untuk jenis aktivitas pekerjaan seperti ini perlu untuk mulai beradaptasi dengan polanya. Menghafal informasi tetap diperlukan tetapi yang jauh lebih penting adalah mengetahui dan mengingat bagaimana cara untuk mencari informasi.

Berbeda lagi dengan tipe materi yang singkat yang penerapannya lebih banyak untuk manual labour (pekerjaan fisik). Materi pelatihan yang singkat cocok untuk penerapan yang perlu dilakukan secara cepat. Beberapa contoh aktivitas kerja manusia yang cepat dapat dilihat di playlist berikut ini. Untuk tipe pekerjaan semacam ini, waktu produksi akan banyak terbuang jika harus sering melihat rujukan. Maka keperluan dan jenis informasi yang perlu diingat, berbeda dengan aktivitas yang lebih banyak menggunakan HOTS.

MUSCLE MEMORY

Jika diterjemahkan secara harfiah, muscle memory berarti memori otot. Meskipun menurut pengetahuan ilmiah hingga saat ini yang dimaksud dengan muscle memory sebenarnya jauh lebih kompleks dari yang dianggap kebanyakan orang. Dalam pemahaman yang sederhana, muscle memory merujuk pada kemampuan manusia untuk mampu melakukan aktivitas tanpa memerlukan kesadaran penuh karena sudah terlatih dengan baik sebelumnya.

Istilah yang sebenarnya lebih tepat dari muscle memory adalah procedural memory : 

Procedural memory is a part of the long-term memory that is responsible for knowing how to do things, also known as motor skills. As the name implies, procedural memory stores information on how to perform certain procedures, such as walking, talking and riding a bike. Delving into something in your procedural memory does not involve conscious thought.

Procedural memory is a subset of implicit memory, sometimes referred to as unconscious memory or automatic memory. Implicit memory uses past experiences to remember things without thinking about them. It differs from declarative memory, or explicit memory, which consists of facts and events that can be explicitly stored and consciously recalled or "declared."

Jika seseorang pernah belajar mengendarai sepeda motor sampai terampil dan mempraktikkannya selama beberapa waktu, maka dalam kondisi normal ia akan terus memiliki kemampuan itu. Meskipun misalnya kemudian selama beberapa waktu ia sempat berhenti sementara dari mengendarai sepeda motor. Begitu juga bagi yang pernah terampil bermain gitar. Dalam situasi normal, keterampilan bermain gitar tidak akan hilang meski pernah tidak dipergunakan selama beberapa waktu. Secara informal tipe memori ini kadang disebut sebagai memori otomatis.

Jenis memori manusia yang lain adalah declarative memory. Berbeda dari procedural memory (muscle memory), tipe ingatan deklaratif adalah tipe ingatan yang dapat dinyatakan/disebutkan secara verbal. Dalam konteks pembicaraan awam, yang dimaksud dengan menghafal biasanya merujuk pada tipe memori ini. Ingatan dalam bentuk kata-kata, ingatan tentang ruang & waktu, termasuk dalam tipe memori ini. Inilah bagian dari memori manusia yang isinya lebih mudah untuk dilupakan.

GOOGLE EFFECT

Sebagaimana disampaikan di bagian atas, setiap teknologi punya sisi bagus dan jelek. Ada dampak baik dan buruk, bisa mendatangkan manfaat tetapi juga bisa mendatangkan kerugian. Polusi udara yang dihadapi banyak kota besar adalah contoh dampak dari kemajuan zaman melewati era industrialisasi. Setiap solusi dari suatu masalah, berpeluang akan menimbulkan masalah baru. Meskipun tingkat bahayanya mungkin lebih rendah dari masalah yang diselesaikan sebelumnya.

Salah satu masalah dari penyimpanan data/informasi eksternal di luar otak manusia adalah kebutuhan akan media penyimpanan. Zaman buku-buku dari kertas masih menjadi pilihan utama, diperlukan ruangan di bangunan fisik yang semakin besar untuk menampung pertambahan jumlah buku. Saat penyimpanan dengan sistem elektronik menjadi lebih dominan, efisiensi penggunaan volume ruang di bangunan memang meningkat. Tetapi kebutuhan suplai energi listrik juga meningkat. Keberadaan limbah elektronik juga meningkat, dan risiko keamanan akses dari seluruh penjuru dunia juga meningkat. Hal yang pada zaman dahulu tidak pernah dialami.

Cara penyimpanan informasi secara eksternal juga membawa perubahan bukan hanya pada cara sebagian manusia bekerja. Tetapi juga pada cara hidup lebih banyak orang. Keberadaan Internet menambah laju penggunaan dan dampak dari penyimpanan informasi secara eksternal. Jika sebelumnya jumlah informasi yang disimpan dibatasi oleh kapasitas media seperti hard drive (hard disk), dan memory card maka dengan Internet (termasuk teknologi cloud) secara virtual menjadi hampir tidak terbatas.

Infrastruktur Internet memungkinkan tumbuhnya layanan baru yang semakin memudahkan pencarian dan pengelolaan informasi yang diperlukan, dengan lebih tepat. Di antara mesin-mesin pencari yang pernah ada, Google.com menjadi yang paling dikenal, disusul oleh Bing.com. Maka dengan semakin baiknya kemampuan mesin pencari, semakin mudah untuk mencari informasi yang dibutuhkan di Internet. Dengan begitu, secara alamiah manusia akan semakin mengandalkan Google untuk memenuhi kebutuhannya dalam menemukan data/informasi yang tepat. Manusia akan semakin tergantung pada layanan mesin pencari seperti Google.

Hal seperti ini adalah contoh bentuk lain dari yes, but... (ya, tapi...). Penggunaan Google membawa banyak manfaat, tetapi juga di saat yang sama membawa risiko kerugian bagi penggunanya.

The Google effect, also known as digital amnesia, is the tendency to forget information that is readily available through search engines like Google. We do not commit this information to our memory because we know that this information is easy to access online.

Beberapa artikel dan penelitian menyebutkan risiko yang dibawa oleh perubahan cara manusia mencari informasi yang semakin bergantung dengan mesin pencari seperti Google. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

REPETITION (PENGULANGAN)

Untuk dapat menghafal biasanya diperlukan pengulangan, suatu materi perlu diulang-ulang beberapa kali terutama untuk declarative memory. Proses pengulangan selalu memerlukan waktu, artinya dari 24 jam yang dimiliki beberapa harus dipakai untuk proses pengulangan ini. Dalam masa pendidikan formal, pengulangan dalam belajar (secara umum, bukan hanya untuk menghafal) menjadi bagian dari menu utama. Karena itu makna efisiensi saat masa pendidikan formal akan berbeda dengan saat sudah bekerja.

Di dunia kerja, umumnya efisiensi berarti meminimalkan penggunaan sumber daya (termasuk waktu) dengan hasil yang setidaknya tetap sama. Pekerjaan/aktivitas yang berulang-ulang secara manual biasanya dihindari, automasi berarti menjadikan proses yang berulang menjadi otomatis. Tidak jarang automasi melibatkan robot (sw/hw).

Dalam proses belajar, pengulangan (repetition) tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak efisien. Pengulangan adalah aktivitas yang memang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan belajar. 

Sekias tentang decoy effect

Ilmu rekayasa/kerekayasaan (engineering) yang kadang dikenal sebagai ilmu teknik berpeluang dianggap sebagai 'bahasan yang kering'. Ada banyak rumus/persamaan dan hafalan, ada banyak 'hitung-hitungan'. Kadang-kadang dapat seolah-olah seperti aktivitas mesin mekanis yang monoton. Padahal tidak harus seperti itu, ada banyak bidang yang memerlukan kemampuan ilmu rekayasa.

Sayangnya karena kemauan untuk membaca di Indonesia secara umum masih cukup rendah, terutama untuk membaca karya nonfiksi. Padahal di Internet ada banyak bahan belajar yang menarik tentang rekayasa sosial. Baik rekayasa sosial (social engineering) dalam pengertian sempit di bidang keamanan (jaringan) komputer maupun dalam pengertian yang luas secara umum.

Penerapan ilmu engineering technology tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosial tempat ilmu itu akan diterapkan. Ilmu teknologi kerekayasaan tidak hanya diterapkan di lingkungan pabrik atau di lingkungan tambang mineral. Tetapi juga diterapkan di lingkungan industri dan bisnis lain. Termasuk di bisnis  yang terdapat aktivitas penjualan barang-barang untuk konsumen umum. Sebagai contoh, teknologi elektronik untuk pengendalian pencahayaan dapat membantu peningkatan penjualan.

Penerapan ilmu rekayasa untuk trik penjualan adalah salah satu yang dapat dibaca di Internet. Di zaman modern ini ada banyak pengetahuan yang tidak semuanya perlu untuk dihafalkan. Cukup dicari dengan keywords yang tepat, misalnya tentang decoy effect atau decoy price. Berikut ini beberapa rekayasa yang menarik untuk diketahui dan diwaspadai.

https://sketchplanations.com/the-decoy-price

https://aldoweekly.com/sales-tricks-psychology/


decoy-pricing-to-influence-sales

https://pony.studio/design-for-growth/decoy-effect

Untuk infografik yang lebih lengkap mengenai trik rekayasa psikologi yang dipakai untuk penjualan dapat dilihat sebagai berikut: 29 Psychological Tricks To Make You Buy More.


Nama-nama pasien terkenal untuk bidang neurosains

Upaya pendidikan adalah tentang kegiatan belajar manusia, dan belajar memerlukan organ otak. Organ ini masih telus dipelajari karena banyak aspek yang masih menjadi misteri yang perlahan-lahan satu demi satu ditemukan. Penemuan ini seiring dengan kemajuan teknologi yang mendukung upaya penelitian. Tanpa dukungan teknologi yang memadai, otak akan terus menjadi organ yang misterius.

Kesulitan lain tentang penelitian mengenai otak adalah karena faktor etika. Tidak etis untuk melakukan beberapa jenis percobaan pada otak dari manusia yang masih menjalani hidup dengan baik. Tetapi, dari sejumlah besar manusia yang pernah hidup ada beberapa yang menjadi pasien karena memiliki kondisi otak yang berbeda dari kebanyakan orang. Beberapa nama pasien menjadi terkenal dalam dunia sains dan dapat menjadi kata kunci untuk pencarian informasi yang berkenaan dengannya.

Dari kasus-kasus mereka kita bisa belajar mengenai apa akibat jika ada fungsi bagian otak yang terganggu. Mengenai ingatan, kepribadian, dan kemampuan belajar.

  • Phineas Gage (1823–1860)
  • Louis Victor Leborgne (1809–1861)
  • Henry Gustave Molaison (1926–2008) [ HM / H.M. ]
  • Eugene Pauly (1922-2008) [ EP / E.P. ]

Beberapa kata kunci lain yang bisa dipakai untuk mencari informasi mengenai fenomena yang serupa:

  • neuroscience
  • neuropsychology
  • psychopathy
  • neurobiology
  • brain science
  • cognitive psychology

Links:

Menggunakan mesin pencari informasi di Internet


Di zaman dahulu saat kelompok-kelompok manusia masih bertahan hidup di padang rumput atau di dalam hutan, maka pengetahuan dan keterampilan mengenai bagaimana cara 'berurusan' dengan hewan predator utama adalah hal yang sangat penting. Bahkan hingga saat ini pun pengetahuan semacam itu masih tetap penting bagi masyarakat yang tinggal jauh dari daerah perkotaan dan lebih dekat ke alam liar.

Maka seperti dalam foto pria dari suku Maasai di atas, bagi mereka saat itu keahlian untuk berburu singa jauh lebih penting daripada (misalnya) keahlian pengoperasian spreadsheet seperti Microsoft Excel. Keahlian berburu dan melindungi diri dari singa terbukti penting untuk membantu suku mereka bertahan hingga era sekarang ini. Itu adalah kenyataan di lingkungan hidup mereka.

Lain lagi bagi mereka yang secara turun temurun sudah tinggal di daerah perkotaan besar. Kenyataan hidupnya berbeda dengan mereka yang tinggal secara tradisional di padang rumput. Keahlian hidup yang mereka perlukan tidak sama dengan misalnya para pejuang Maasai. Kalau orang-orang kota yang tidak pernah berada di alam liar dibawa ke padang rumput, mungkin jika tanpa bantuan maka mereka tidak akan mampu bertahan lama di alam liar. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk hidup dan bertahan di sana. Begitu pun sebaliknya, berlaku sama.

Kalau anda sempat membaca artikel bagian kedua dari "Memanusiakan Robot, Merobotkan Manusia" maka anda akan sempat melihat beberapa contoh evolusi pekerjaan/aktivitas/sistem. Dengan perubahan sistem di zaman yang berbeda beberapa keterampilan tidak lagi sepenting di masa sebelumnya. Contohnya, keterampilan untuk pekerjaan fisik operator telepon manual dalam bentuknya dahulu tidak lagi diperlukan di 'zaman modern'.  Saat ini pengetahuan dan keterampilan untuk sistem digital menjadi penting, semakin jauh lebih penting daripada di masa sebelumnya.

Zaman berubah, tetapi kemampuan untuk beradaptasi tidak mudah untuk dimiliki. Karena itu jauh lebih mudah untuk tetap bertahan dengan cara pandang dan pola pikir yang lama. Sekalipun dalam jangka panjang akan dapat menyulitkan banyak orang. Bayangkan jika anda mempergunakan mobile phone ('hape') tetapi untuk sambungannya masih dilayani secara manual oleh operator telepon seperti cara zaman dahulu (cara kerja operator telepon tempo dulu bisa dilihat di video ini). 

MENCARI INFORMASI

Di dunia modern dengan kemajuan science, engineering, technology sekarang ini cara penyediaan dan penyebaran informasi sudah banyak berubah dari zaman sebelumnya. Teknologi digital dan Internet telah banyak mengubah cara manusia mengelola informasi. Maka pengetahuan dan keterampilan untuk mencari, membandingkan, dan memanfaatkan informasi menjadi sangat penting. Sama pentingnya dengan kemampuan untuk berurusan dengan singa di zaman dahulu di padang rumput.

Sering saya membaca bagaimana orang meremehkan skill untuk mencari informasi melalui mesin pencari seperti Google. Padahal di dunia modern seperti sekarang ini sering terbukti bahwa banyak pekerjaan memerlukan informasi yang untungnya sudah tersedia untuk publik. Jika anda mengikuti bagaimana banyak coder, programmer, software developer bekerja anda akan menemui bahwa untuk menyelesaikan pekerjaan, mereka banyak mencari contoh penyelesaian masalah yang serupa di Internet. Untuk mencapai efisiensi penggunaan sumber daya, ada banyak hal-hal yang sama yang dapat dimanfaatkan berulang-ulang sehingga tidak perlu membuat yang sama sekali baru.

Ada beberapa contoh tulisan mengenai bagaimana para pemrogram profesional mempergunakan mesin pencari informasi. Misalnya, "Malas Membaca , satu alasan kenapa saya Gagal jadi Programmer", " Do Experienced Programmers Use Google Frequently? ", "How To Use Google Search as a Software Developer."

Meremehkan penggunaan mesin pencari dan pengetahuan untuk mencari informasi yang sesuai di Internet, sama artinya dengan menolak keterampilan yang sesuai dengan kemajuan zaman dan menghilangkan potensi manfaatnya. Sebanding dengan seandainya ada prajurit suku Maasai zaman dahulu yang menolak untuk berlatih cara untuk menghadapi singa. 

MANFAAT SEARCH ENGINE BAGI PELAJAR

Di alam semesta ini ada banyak informasi yang tidak dapat disajikan/disampaikan pada satu saat yang sama. Tidak bahkan dalam satu buku, setebal apa pun. Mengumpulkan dan merangkai informasi adalah bagian penting dalam kegiatan belajar. Seringkali informasi yang diperlukan tersebar di berbagai tempat, perlu dikumpulkan, disaring, dibandingkan, dan dihubungkan satu sama lainnya.



Satu informasi yang baru didapatkan, dipakai untuk melengkapi informasi lain yang sudah didapatkan sebelumnya. Begitu seterusnya, proses untuk melengkapi pengetahuan tidak berhenti. Mirip seperti menyusun kepingan-kepingan puzzle untuk mendapatkan gambaran yang lebih luas dan utuh. Akan selalu ada informasi yang benar-benar baru, ada juga informasi yang merupakan pembaruan/perbaikan dari informasi sebelumnya. Pengetahuan bersifat dinamis, selalu berubah seiring waktu.   

Di zaman ini ada lebih banyak informasi yang tersedia, jauh lebih banyak dari yang tersedia di zaman sebelumnya. Saya telah mencoba merangkum dalam satu artikel mengenai bagaimana memanfaatkan Internet untuk belajar.

Sama seperti informasi yang didapatkan secara offline, informasi yang didapatkan secara online pun tidak selalu benar. Semakin unik/bidang khusus/lingkup terbatas suatu jenis informasi, maka akan semakin berisiko, yaitu apakah informasi itu benar atau tidak. Informasi yang diperlukan untuk proses pembelajaran dalam science, engineering, technology, umumnya bersifat publik. Karena itu informasi yang diperlukan umumnya tersedia lebih dari satu. Dengan begitu maka bisa lebih mudah untuk dibandingkan satu dengan yang lain.

Semakin berisiko suatu informasi, maka semakin perlu diperiksa silang dengan pembanding. Risiko bisa terjadi antara lain karena kita belum begitu akrab dengan informasi-nya. Sebaliknya semakin akrab dengan informasi yang ditemukan, semakin berkurang risiko kesalahan dan semakin sedikit informasi pembanding yang diperlukan. Contoh sederhana, anda tidak perlu mencari dan mengutip banyak sumber acuan untuk menyatakan bahwa Jakarta adalah D.K.I., masih menjadi ibu kota negara Indonesia. Ini adalah informasi publik yang sudah akrab anda ketahui, sehingga sangat kecil peluang keraguan tentangnya.

Risiko juga bisa berasal dari sumber informasi. Misalnya, anda ragu dengan kredibilitas satu sumber informasi. Rekam jejak sumber itu belum dapat menunjukkan bahwa ia adalah sumber yang terpercaya. Maka jika anda tidak akrab dengan isi informasi itu, anda perlu sumber pembanding. Gambar berikut di bawah ini bisa menjadi contoh. Jika ada tiga sumber terpisah yang masing-masing secara independen (tidak mengutip satu sama lain) menyatakan yang sama, maka akan lebih besar kemungkinan informasi yang disampaikan adalah informasi yang benar/faktual. Tentu saja tidak selalu absolut pasti demikian, tetapi kemungkinannya akan lebih besar.  


Pemeriksaan informasi dalam bentuk lain adalah jika terdapat beberapa sumber yang secara terpisah masing-masing mengutip sumber yang sama dengan hasil yang sama, maka dapat diduga kuat sumber tersebut menyampaikan informasi sebagaimana yang dikutip. Misalnya ada beberapa media massa dengan wartawan dan editor yang berbeda menyampaikan hasil wawancara dengan seorang. Jika ketiganya menyampaikan hal yang sama maka anda bisa lebih mempercayai informasi yang disampaikan adalah memang seperti isi wawancara.

Pemeriksaan informasi seperti ini terutama penting bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan laporan, termasuk laporan PKL dan Tugas Akhir/Skripsi. Tidak semua rujukan harus merupakan isi dari publikasi makalah/paper . Sering mahasiswa perlu untuk merujuk sumber-sumber lain, seperti dari perusahaan produsen atau penyampaian informal para praktisi. Maka sering kali diperlukan beberapa pembanding untuk suatu informasi.

Salah satu Wiki yang paling dikenal adalah Wikipedia. Sumber ini sangat baik terutama untuk penyampaian cepat, pengawalan, atau rangkuman. Tetapi untuk laporan akademik resmi, penggunaan Wikipedia disarankan untuk dihindari, bahkan umumnya dilarang untuk dipergunakan. Untuk laporan akademik, lebih baik untuk langsung mengutip mengacu pada sumber yang dijadikan acuan oleh artikel Wikipedia. Jika karena ada alasan kuat untuk tetap mengutip artikel di Wikipedia, hendaknya tidak merupakan acuan/kutipan tunggal. Ikuti dengan sumber-sumber lain yang lebih kuat yang menyatakan hal yang kurang lebih sama (sama dalam hal inti informasi) sebagai informasi pembanding.

Artikel di Wikipedia umumnya tidak dipakai sebagai sumber kutipan dalam laporan akademik karena dikhawatirkan isi artikel dapat dengan mudah diubah-ubah oleh beberapa orang yang memiliki akses. Untuk hal ini saya perlu memberikan catatan, bahwa tidak semua artikel di Wikipedia memiliki risiko yang sama (dalam hal diubah sembarangan tanpa cepat diketahui). Untuk artikel-artikel yang berpotensi untuk diakses oleh banyak orang, akan menjadi lebih mudah terdeteksi jika memang ada yang mengubahnya.  Contohnya adalah halaman voltage, Jakartapower electronics. Jika ada yang merusak informasi di halaman-halaman tersebut, akan mudah untuk terdeteksi. Berbeda dengan halaman yang isinya bersifat informasi khusus (misalnya lokal atau minim peminat) yang kemungkinan akan jarang dibaca banyak orang. Beberapa informasi menarik bisa dilihat di sini Wikipedia:Top 25 ReportWikipedia:Top 25 Report/RecordsWikipedia:Multiyear ranking of most viewed pages.

Bagi pelajar, apalagi bagi mahasiswa teknik (kerekeyasaan/engineering ), kemampuan untuk mencari informasi (termasuk informasi pembanding) adalah hal yang mutlak diperlukan di zaman ini untuk bisa menghasilkan karya yang baik. Wikipedia dapat dijadikan awal untuk mencari kata-kata kunci (keywords). Lalu kombinasi kata-kata kunci yang didapat dipakai untuk mencari informasi yang diperlukan dengan mempergunakan mesin pencari.

Bagi lulusan perguruan tinggi sudah harus bisa secara mandiri untuk mencari sendiri informasi publik yang diperlukannya. Tentu saja masih bisa meminta bantuan informasi awal (termasuk secara verbal) kepada orang lain sebagai awalan, tetapi selanjutnya perlu untuk dapat berusaha mencari sendiri. Kecuali memang informasi yang dicari adalah jenis informasi terbatas, sangat lokal atau bahkan privat. Beberapa forum dan grup di Internet dapat juga dikunjungi untuk mencari informasi yang spesifik, atau setidaknya mencari kata-kata kunci awal yang tepat dengan cepat untuk dipakai di mesin pencari. 

GOOGLE

Hal terpenting untuk menemukan informasi yang dicari adalah penggunaan kata-kata kunci yang tepat (keywords). Sering informasi yang diperlukan dapat ditemukan hanya dengan pencarian singkat yang tidak sampai 5 menit. Tetapi, kadang-kadang memang diperlukan kesabaran lebih banyak untuk menemukan informasi yang tepat. Bisa sampai satu jam atau lebih, tergantung pada keakraban kita dengan bidang informasi yang hendak dicari dan apakah informasi itu memang banyak tersedia secara publik.

Misalnya jika anda akrab dengan bidang elektronika, maka anda akan lebih mudah untuk menemukan informasi mengenai 555 yang anda perlukan. Angka 555 dalam kalimat tadi mengacu pada IC 555 yang telah lama sangat populer. Ada beberapa produsen berbeda yang membuat IC yang fungsi dasarnya sama, misalnya CA555, CA555C, LM555, LM555C, NE555. Dari informasi itu anda bisa mencari detail informasi spesifikasi komponen yang anda perlukan.

Proses untuk mencari kata-kata kunci yang lebih tepat dari halaman informasi awal yang ditemukan dengan kata-kata kunci awal akan terus berlangsung sampai informasi publik yang diperlukan ditemukan.  Misalnya dari awal dua kata kunci, anda menemukan 10 artikel. Dari artikel itu anda mendapat 4 kata kunci baru yang kemudian anda pakai untuk mencari artikel tambahan.

Kadang-kadang akan didapati bahwa di antara keywords yang dipakai ternyata terdapat sejumlah kata kunci yang tidak tepat untuk mencari informasi yang diperlukan. Semakin lama mencoba, kita akan semakin terampil untuk mempergunakan mesin pencari dalam menemukan keterangan yang kita perlukan. Sepanjang keterangan itu bukan informasi yang memang tergolong rahasia atau privat.


Salah satu mesin pencari di Internet yang banyak dikenal adalah Google, bahkan tampaknya adalah yang paling terkenal. Itu sebabnya ada istilah googling yang menjadi bermakna mencari informasi di Internet. Beberapa organisasi telah membuat infografik mengenai tata cara yang lebih presisi untuk mencari informasi dengan Google. Beberapa di antaranya dapat dilihat di gambar di bawah ini.



Untuk melihat apakah ada pembaruan pengaturan, bisa langsung memeriksa di situs Google.

Refine web searches

You can use symbols or words in your search to make your search results more precise.

  • Google Search usually ignores punctuation that isn’t part of a search operator.
  • Don’t put spaces between the symbol or word and your search term. A search for site:nytimes.com will work, but site: nytimes.com won’t.

Refine image searches

Overall Advanced Search

  1. Go to Advanced Image Search.
  2. Use filters like region or file type to narrow your results.
  3. At the bottom, click Advanced Search.

Search for an exact image size

Right after the word you're looking for, add the text imagesize:widthxheight. Make sure to add the dimensions in pixels.

Example: imagesize:500x400

Common search techniques

Search social media

Put @ in front of a word to search social media. For example: @twitter.

Search for a price

Put in front of a number. For example: camera $400.

Search hashtags

Put in front of a word. For example: #throwbackthursday

Exclude words from your search

Put - in front of a word you want to leave out. For example, jaguar speed -car

Search for an exact match

Put a word or phrase inside quotes. For example, "tallest building".

Search within a range of numbers

Put .. between two numbers. For example, camera $50..$100.

Combine searches

Put "OR" between each search query. For example, marathon OR race.

Search for a specific site

Put "site:" in front of a site or domain. For example, site:youtube.com or site:.gov.

Search for related sites

Put "related:" in front of a web address you already know. For example, related:time.com.

See Google’s cached version of a site

Put "cache:" in front of the site address.

Important: Not all search operators return exhaustive results. 


BING

Untuk keperluan dasar, mesin pencari Bing dapat dipergunakan sebagaimana kita mempergunakan Google. Untuk penggunaan yang lebih lanjut, dapat langsung membaca keterangan melalui beberapa tautan berikut.

Belajar dari Afghanistan, untuk Indonesia yang sudah 76 tahun

Foto di atas adalah foto dari REUTERS/Massoud Hossaini/Pool saat seorang perempuan Afghanistan sedang menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Kabul, Monday, Jan. 29, 2018.  Saat saya menulis artikel ini rakyat Indonesia sedang memperingati kemerdekaan yang sudah berumur 76 tahun, 1945~2021. Sementara itu, Kabul direbut oleh Taliban dua hari sebelumnya, 15 Agustus 2021.

Tahun-tahun belakangan ini, rakyat Indonesia sudah 'diberi' peluang untuk belajar dari Amerika Serikat. Bagaimana negara adidaya semaju, semodern, itu bisa memiliki seorang presiden yang kontroversial seperti Donald Trump. Bagaimana negara yang bisa dikatakan memimpin pencapaian science, engineering, technology  di dunia bisa mengalami kesulitan untuk meyakinkan sebagian rakyatnya untuk memakai masker dan mengikuti vaksinasi di saat genting pandemi akibat varian baru Covid-19. 

Tahun-tahun berikutnya ke depan, rakyat Indonesia mungkin akan berpeluang untuk belajar bagaimana Taliban akan mengelola Afghanistan sebagai sebuah negara yang merupakan bagian dari peradaban manusia di Bumi ini. Kondisi yang sekarang ini berbeda dengan kondisi saat Uni Soviet (U.S.S.R) menyerbu Afghanistan dahulu. Waktu itu perbatasan di wilayah utara Afghanistan terutama adalah dengan Uni Soviet, dan sedikit dengan China. Dekade itu Iran dan Pakistan masih dalam pengaruh Amerika Serikat,  ini merupakan alasan bagi Uni Soviet untuk berupaya mengendalikan Afghanistan. Seiring dengan revolusi di Iran, Uni Soviet kemudian berupaya untuk terus memperkecil pengaruh Amerika Serikat di kawasan Asia Selatan. Tahun 2021 ini perbatasan utara Afghanistan terutama adalah dengan negara-negara bekas Uni Soviet sebagaimana terlihat di peta berikut ini. Komunisme klasik di wilayah utara itu sudah secara praktis runtuh.


Sekarang Iran telah menjadi musuh ideologis Amerika Serikat. China sudah menjadi adidaya baru di kawasan Asia dan bahkan dunia. Kekuatan mesin ekonomi China sudah menjadi yang dominan di negara-negara sekitarnya, bahkan sampai ke Afrika. Tetapi China masih memiliki masalah internal di dalam negerinya, berkaitan dengan penduduk di wilayah di ujung bagian barat. Berbeda dengan Tibet, Xinjiang tampaknya masih berpotensi untuk terus bergolak menuntut kemerdekaan.


China yang masih memiliki perbatasan dengan Afghanistan memerlukan kerja sama dari Taliban untuk dapat menjaga stabilitas keamanan wilayah dengan cara yang menguntungkan dari sisi kepentingan China. Sedangkan Taliban sangat mungkin membutuhkan China untuk dapat mempertahankan dan membangun Afghanistan. Kemampuan ekonomi dan teknologi China sudah terlihat dalam pembangunan di negara tetangganya, Pakistan. Taliban dapat menukar jaminan keamanan perbatasan dan tidak ikut campur urusan dalam negeri China dengan bantuan ekonomi dari negara adidaya baru itu. Seperti terlihat di gambar peta ini, perbatasan kedua negara tidak begitu besar tetapi sangat penting.


Menarik untuk dilihat apakah Taliban akan mengikuti 'gaya' Partai Komunis China dalam mengelola negara di era modern. China tetap menjaga 'brand' sebagai negara komunis, tetapi dalam praktiknya jauh sekali dari ajaran komunisme. China memang tetap menjaga pemerintahan yang sentralistik. Tetapi ada banyak sekali orang yang luar biasa kaya di China, sesuatu yang janggal untuk sebuah negara komunis. Sebagai contoh, salah satu daftar bisa dilihat dari majalah Forbes ini. Taliban dapat menjaga citranya sebagai kaum Islam konservatif tetapi menjalankan pemerintahan negara dengan cara yang 'lebih ramah terhadap pasar'. Sebab bahkan Arab Saudi sendiri pun sudah melakukan banyak reformasi kehidupan sosial di negaranya, dari yang tadinya banyak pembatasan menjadi lebih bebas. 

Atau bisa juga terjadi kemungkinan lain, Taliban akan tetap menjaga tata cara kehidupan di Afghanistan benar-benar sesuai citranya. Ini juga mungkin terjadi sebab para penguasa Afghanistan di masa lalu tumbang karena mencoba menerapkan pola hidup liberal atau komunisme. Kedua paham itu sudah pernah dicoba diterapkan dalam masa yang berbeda, dan keduanya gagal. Di Amerika Serikat sendiri bahkan masih ada kaum yang menjauh sebisanya dari modernisasi dunia, kaum Amish. Bisa dilihat nanti apakah konservatisme yang semacam ini yang akan diterapkan oleh Taliban.


Yang sekarang paling penting diperhatikan adalah sebaran semangat kemenangan Taliban. Kalau tidak percaya lihat saja lini masa di layanan jejaring sosial. Ini perlu dikelola dengan baik di dalam negeri Indonesia yang jika tidak hati-hati juga punya potensi konflik internal.

Setelah Uni Soviet yang rajin mengekspor paham komunisme runtuh, praktis hanya Amerika Serikat saja yang masih rajin mengekspor pahamnya, yaitu kapitalisme. Kuba pun tampaknya sudah tidak begitu bersemangat lagi untuk mengekspor semangat revolusi, sama nasibnya dengan Venezuela. Jepang dan Korea Selatan masih rajin melakukan ekspor produk budaya populer mereka, tapi tidak berupa ideologi. Arab Saudi dan Iran masih berkepentingan untuk berebut pengaruh dengan mengekspor cara pandang yang mereka miliki. Maka Afghanistan di tangan Taliban akan berpotensi untuk menjadi lahan subur untuk pertarungan ideologi dan kemudian mengekspornya ke wilayah lain. 

Maka dengan harapan Dirgahayu Indonesia (semoga panjang umur Indonesia), mampu untuk tetap tangguh bertahan dan tumbuh lebih lama dari 76 tahun, perlu diingat bahwa kemerdekaan itu tidaklah gratis. Sebagaimana yang tertulis di John Kennedy memorial di Arlington berikut ini. Sebagian orang Amerika Serikat sendiri mungkin sudah lupa. Sehingga mereka mengalami sendiri apa yang tadinya sulit dibayangkan dapat terjadi di sebuah negara yang maju. Semoga kita di sini memilih berkeringat di dahi dalam tahun-tahun mendatang daripada harus berdarah-darah lagi.


Desktop shortcut entry untuk Spyder (dalam 'environment')

Contoh konfigurasi dan instalasi Spyder3 dalam pengaturan environment di Python

Pembuatan environment:

python3 -m venv spyder-env
source spyder-env/bin/activate

Insalasi:

pip3 install spyder

Catatan: Kadang-kadang perintah instalasi perlu diulangi karena koneksi Internet terputus saat download.

Perintah upgrading dengan menggunakan pip:

pip3 install --upgrade spyder


Contoh isi mySpy.sh

#!/bin/bash
/home/pengguna/spyder-env/bin/python3 /home/pengguna/spyder-env/bin/spyder

Contoh isi desktop chortcut

[Desktop Entry]
Type=Application
Version=1.0
Name=Spyder3
GenericName=Spyder3
Comment=The Scientific Python Development Environment - Python 3
Icon=/home/pengguna/0000xAPPIMAGE/appIcons/spyder.png
Exec="/home/pengguna/spyder-env/bin/python3" "/home/pengguna/spyder-env/bin/spyder"
Terminal=false
MimeType=text/x-python;
Categories=Development;Science;IDE;Qt;
Keywords=Development;Science;IDE;Qt;
StartupNotify=true
StartupWMClass=Spyder


Acuan:


Memanusiakan Robot, Merobotkan Manusia [Bagian 2]

Artikel ini adalah bagian kedua dari tulisan saya mengenai sebagian aspek dari fungsi pendidikan untuk peradaban dan kemanusiaan. Sebelum melanjutkan membaca bagian ini, silakan membaca bagian pertama jika anda belum membacanya.

Untuk dapat belajar memahami fenomena yang sekarang sedang terjadi dan untuk dapat mencoba memahami fenomena yang akan datang, ada baiknya untuk melihat perubahan dan perkembangan dalam sejarah.

EVOLUSI DALAM SEJARAH

Gambar berikut ini adalah foto operator telepon yang dahulu menyambungkan secara manual orang yang hendak berbicara kepada orang di telepon lain di ujung sambungan kabel. Pada waktu itu, pada era itu, tanpa mereka tidak ada orang yang bisa berkomunikasi lewat telepon. Sebagian dari cara kerja para operator zaman itu dapat dilihat di video berikut: 1930s Telephone Operators.

Teknologi telephone exchange terus dikembangkan, peran operator manusia dalam bentuknya seperti foto di atas mulai digantikan oleh peralatan yang dapat bekerja lebih cepat dan dalam rentang waktu operasi yang lebih lama. Videonya dapat disaksikan di sini: The Strowger Step By Step Telephone Exchange.


Sama seperti operator manusia sebelumnya, sistem electromechanical pun digantikan dengan sistem yang lebih baik yaitu sistem berbasis elektronik. Salah satu pergantian sistem ini didokumentasikan di video berikut (di YouTube). Pembaruan global ini tidak dapat dihindari, termasuk di Indonesia.


Sistem telepon terus berubah, berevolusi mengikuti kemajuan sains, engineering, dan teknologi. Jika dahulu hanya mengandalkan layanan suara, perkembangan kemudian juga mengharuskan untuk dapat melayani pertukaran data digital.

Tidak berhenti di tahap digitalisasi, penyedia layanan telekomunikasi terus mengikuti evolusi dengan terus menerus mengadopsi kemajuan teknologi. Misalnya dengan terus meng-upgrade agar sistem mampu melayani telekomunikasi tanpa kabel/nirkawat wireless/cellular ). 


Dalam setiap tahap peralihan teknologi ada sejumlah lapangan pekerjaan yang tertutup. Ada bidang aktivitas manusia yang hilang, tergantikan oleh hewan/mesin/robot. Ada detail pelatihan yang tidak lagi relevan untuk dilakukan, detail pengetahuan yang tidak lagi dipakai. Ada hal-hal yang menjadi usang.

Tetapi juga pada tahap peralihan ada sejumlah lapangan pekerjaan baru yang terbuka. Ada aktivitas baru yang sebelumnya tidak ada atau tidak bernilai ekonomi yang cukup tinggi. Ada peluang-peluang baru yang terbuka, yang bisa dimanfaatkan. Diawali dengan mengubah cara pandang terhadap sains dan teknologi di dunia global.

Gambar berikut ini adalah foto tiga 'mesin ketik' yang berevolusi sesuai kemajuan zaman. Mulai dari mesin ketik mekanis, mesin ketik elektrik, dan PC yang dapat difungsikan sebagai mesin ketik. Untuk tiap perkembangan peralatan, ada pengetahuan dan keterampilan yang baru yang perlu dipelajari. Begitu pula ada hal-hal yang tidak lagi begitu penting sebagaimana pada masa sebelumnya.

Tetapi ada juga hal-hal yang masih berguna untuk diterapkan di sistem yang baru, meskipun tidak sepenuhnya sama persis dengan bentuk penerapan terdahulu. Tidak semua perkembangan zaman berupa lompatan besar yang sama sekali asing. Sebagian merupakan perkembangan yang terjadi dengan perubahan yang tidak begitu jauh dari sebelumnya.


Pada gambar di atas anda mungkin dapat mengenali bentuk PC ( Personal Computer ), tapi pernahkah anda mengetahui 'komputer' generasi awal? Yang saya maksud di kalimat tadi bukanlah ENIAC atau mesin elektronik lainnya. Istilah computers mengacu pada penyebutan bagi manusia, orang-orang yang melakukan perhitungan, bukan mengacu pada perangkat elektronik seperti zaman sekarang ini. Di NASA, para komputer ini umumnya adalah wanita seperti terlihat di foto berikut ini.


Para wanita ini kemudian mencetak sejarah karena mereka adalah orang-orang yang hebat di lingkungan yang tepat untuk kemampuan yang mereka miliki. Meskipun begitu, zaman berganti dan sekarang kemampuan dan jasa orang-orang seperti mereka tidak lagi diperlukan dalam bentuk yang lama. Berganti, beralih menjadi peran baru dalam industri yang terus berkembang.

Foto berikut ini adalah para wanita yang menjadi operator ENIAC, yang merupakan salah satu mesin komputer pertama di dunia. Jika hendak menyaksikan cuplikan cara kerja para pemrogram waktu itu, dapat disaksikan di video berikut ini


Para wanita tetap memiliki peran di dunia komputasi modern sekarang ini, tetapi dengan kegiatan dan dengan cara kerja yang berbeda dari generasi pendahulunya.

PERALIHAN

Pernahkah anda secara umum melihat perubahan dan perkembangan dunia perbankan? Seandainya saja perbankan didefinisikan secara kaku sebagai bangunan tempat kantor pelayanan untuk menabung dan mengambil uang, barangkali banyak bank sudah berhenti beroperasi sejak lama. Sebagaimana organisasi modern lainnya yang terus berevolusi, bank mampu berubah dan menyesuaikan operasinya dengan kemajuan zaman. 


Sekarang ini ATM dapat dijumpai di banyak tempat di perkotaan, beberapa berdampingan dengan CDM. Pengguna jasa bank tidak lagi harus mengantre untuk mengambil atau menyetorkan uang,  sampai batas nilai tertentu. 


Saat masa booming ATM, timbul kekhawatiran bahwa akan terjadi pengangguran dalam jumlah besar. Tetapi kekhawatiran ini tidak terbukti karena meskipun memang terjadi perubahan pengaturan penggunaan tenaga manusia, dampaknya tidak seburuk yang dugaan awal. Kebutuhan tenaga kerja teller tetap meningkat sekalipun tidak dalam laju yang sama seperti sebelumnya (sebagaimana yang terlihat di grafik di atas), bersama dengan meningkatnya instalasi ATM. Dengan keberadaan ATM waktu itu, efisiensi meningkat, sehingga bisnis perbankan bahkan dapat diperbesar yang pada gilirannya menyerap lebih banyak tenaga kerja manusia. Termasuk untuk menangani sistem ATM, baik secara internal maupun dengan cara outsourcing.

And so, what’s happened is that cash-handling has obviously become less important for tellers. But their ability to market and their interpersonal skills in terms of dealing with bank clients has become more important. So the transition–what the ATM machine did was effectively change the job of the bank teller into one where they are more of a marketing person. They are part of what banks call the ‘customer relationship team.’ But it’s a different sort of skill. Maybe it’s a higher skill. There is some evidence that their wages have gone up. They are hiring more college graduates as bank tellers. And in a whole variety of ways we are seeing changes of this sort where the nature of occupations is getting up-skilled in some fashion. Often very specific skills related to the particular technology, the particular job. This is happening across the board. And that’s part of the challenge that technology is posing for us: How do we develop all of these  new skills?

Penting untuk diingat bahwa untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari teknologi modern dan meminimalkan dampak automasi maka potensi skala bisnis dan ekonomi perlu untuk dapat terus diperbesar. Untuk itu, teknologi tidak dapat diandalkan secara tunggal sebagai satu-satunya faktor pendorong. Misalnya, faktor pendidikan umum dan keamanan juga berperan penting agar ekonomi dapat terus tumbuh dan banyak bisnis bisa terus berkembang.

Di masa mendatang fenomena ATM di masa lalu dapat menjadi inspirasi, tetapi tetap dipelajari dengan kehati-hatian. Dunia perbankan digital di era Internet ini berbeda dengan masa awal perkembangan ATM. Layanan sudah sedemikian terintegrasi, terpadu dengan sejumlah besar automasi. Karena itu berita-berita lokal seperti berikut ini perlu dicermati, misalnya "Bos Mandiri: Peran CS & Teller Bank Beralih ke Mobile Apps" atau "Transaksi Mobile App Tumbuh Pesat, 3.074 Kantor Cabang Bank Tutup".

Di banyak bidang industri dan bisnis, robot (software/hardware) akan semakin banyak dipergunakan, dan berpotensi menggantikan sejumlah besar tenaga kerja manusia untuk aktivitas yang telah memiliki definisi dan urut kegiatan yang jelas dan berulang. 


Ada sejumlah cara bagaimana kemajuan teknologi dapat membuka lapangan kerja baru. Beberapa telah saya sampaikan dalam paragraf yang membahas tentang ATM di atas. Gambar di atas berasal dari artikel yang sama dengan keterangan berikut ini, yang sangat baik untuk dibaca.

New technology can create jobs in a few ways. There are the direct jobs for people who design and maintain the technology, and sometimes whole new industries built on the technology. But the part that is often overlooked is the indirect effect of labor saving inventions. When companies can do more with less, they can expand (i.e., add new products or open new locations) and lower prices to compete. And when goods and services are cheaper, consumers can afford to buy more of their product, or use their savings to spend on other things (like sporting events, dining, etc.).

Kembali perlu diingat bahwa tanpa peningkatan skala operasi bisnis yang signifikan, maka laju pertambahan lapangan kerja tidak dapat mengimbangi jumlah pekerjaan yang tergantikan oleh robot atau automasi. Selain itu, generasi baru tenaga kerja perlu dipersiapkan untuk peralihan dari bentuk aktivitas lama ke bentuk aktivitas baru. Karena pembukaan lapangan kerja untuk aktivitas baru lebih mungkin terjadi untuk ekspansi bisnis di masa depan.

Pegawai bank terutama para teller dapat dijadikan sebagai salah satu contoh kasus berkenaan dengan automasi di industri. Di banyak tempat di dunia, mereka memiliki peran penting sebelum masa automasi dan tetap penting di era automasi perbankan. Peluang evolusi aktivitas (reposisi) sebagian dari para teller digambarkan dengan baik di kutipan artikel berikut ini.

Bloomberg wrote: “There’s a high tolerance for self-service until it fails, and then there’s no tolerance.” 
This has resulted in an increase in demand for bankers with a very different skill set. By retraining tellers as “digital bankers”, financial institutions aim to have more universal tellers who can answer more complex questions.

Evolusi dari layanan manual ke ATM, ke sms baking, lalu Internet/mobile banking tidak lantas menghapus total peran teller. Sebagai pengguna jasa, saya sendiri pernah mengalami secara langsung bentuk pergeseran peran yang digambarkan di artikel yang saya kutip ini.

In a further move away from their traditional role, tellers increasingly will shift to hybrid roles, says Dong Hong, vice president and senior counsel of the trade group Consumer Bankers Association. Tellers will be able to help customers with specialized bank products like loans, in addition to routine services such as cashing checks and dispensing money. 

Peralihan peran tradisional ke peran baru di era automasi dan robotika ini tidak hanya terjadi di dunia perbankan, tetapi juga di Industri lain. Pertanyaannya mengapa robot di industri lain tidak dipergunakan sebanyak di industri perbankan? Mengapa peralihan dari manusia ke sistem automasi tidak secepat yang sempat dibayangkan sebelumnya?

ADOPSI

Jika memang robot mendatangkan keuntungan yang besar, mengapa tidak banyak robot yang sekarang bekerja di sekitar kita?

Pertanyaan semacam itu perlu dilihat dari beberapa sisi. Yang pertama, sebagaimana telah disampaikan di bagian pertama, robot tidak selalu berwujud benda nyata. Sebagian besar sekarang ini malah berupa perangkat lunak. Saat ini banyak bot yang bekerja secara otomatis di sekitar manusia tanpa kita sadari.

Yang kedua, adopsi terhadap robot perangkat lunak berbeda dari tingkat adopsi terhadap robot yang merupakan gabungan software dan hardware. Hal ini terutama karena faktor biaya awal yang masih cukup tinggi untuk robot dengan mesin mekanis. Hanya industri yang padat modal atau memiliki akses pembiayaan yang cukup yang mampu untuk mengadakan sistem robot dalam jumlah besar di dalam sistem produksinya, seperti sebagian industri otomotif


Meskipun begitu, proses automasi dengan robot di industri yang memiliki modal yang memadai pun tidak begitu saja terjadi sepenuhnya secara permanen. Masing-masing perusahaan memiliki kondisi operasi yang tidak selalu sama satu dengan lainnya. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan juga dalam penentuan penerapan skala adopsi teknologi seperti dalam artikel berikut.

But we still don’t have machines with the dexterity and flexibility humans have to do the full range of tasks. The idea we are in a robotics revolution is maybe true for a handful of companies around Silicon Valley, and elsewhere, but as the Census survey showed, the tsunami of change is still very much in the future.

Xpeng’s factory, in the southern Chinese city of Zhaoqing, touts 100 per cent automation in the installation of car bodies at its welding workshops, with more than 200 robotic arms. Photo: Handout

Automasi di banyak aspek operasi industri hampir dapat dipastikan akan semakin meluas. Dengan adanya pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, menambah faktor pendorong untuk semakin mengurangi jumlah pekerja manusia di bidang/kegiatan tertentu. Wabah ini memberi pelajaran mengenai kemungkinan kondisi saat mobilitas dan konsentrasi jumlah manusia sangat dibatasi. Perlu ada sistem yang lebih handal untuk menjalankan pekerjaan yang sudah terdefinisi jelas dan bersifat rutin. Pabrikan di China telah ada yang melakukan peralihan ke sistem robot yang lebih masif (video bisa dilihat di sini). 

Sama dengan banyak mesin dan perangkat elektronik lain sebelumnya, semakin lama harga robot (termasuk robot dengan hardware) akan semakin murah untuk tingkat kemampuan yang sama. Ada lebih banyak perusahaan yang membuat robot mesin yang harganya semakin murah. Dengan begitu akan semakin banyak industri, bisnis dan bahkan individu yang bisa memanfaatkannya. Misalnya adalah perusahaan Automata,  yang memproduksi lengan robot seharga $7.600 saat harga lengan robot industri lainnya dapat seharga lebih dari $100.000. 


Lengan robot produksi Rotrics seperti di atas sudah berharga di kisaran $1.049. Contoh lainnya adalah lengan robot yang diproduksi oleh igus. Banyak pilihan lain dengan harga yang cukup terjangkau untuk industri, robot-robot yang dibuat di China antara lain dapat dilihat di situs seperti Alibaba ini.

Sebagaimana sejarah komputer elektronik, PLC, SCADA, dan CNC, maka harga robot-robot (sw/hw+sw) pun akan semakin murah. Semakin banyak tersedia dan semakin mudah untuk diperoleh.

MESIN BIOLOGIS

Di artikel bagian pertama telah diberikan beberapa contoh bagaimana hewan membantu kehidupan umat manusia. Di artikel di bagian kedua ini sebelumnya telah juga dikutip bagaimana dexterity  (ketangkatasn/keterampilan) dan flexibility (fleksibilitas) manusia masih sangat dibutuhkan di banyak aktivitas, termasuk di industri. Sebagai contoh, saya sudah mencoba mengumpulkan video-video mengenai ketangkasan manusia dalam bekerja di playlist YouTube ini.


Jika anda masih sempat membolak-balik telapak tangan dan menggerak-gerakkan lengan anda, maka sebenarnya anda sedang 'mempergunakan' sistem yang sangat mahal. Hal seperti ini jarang untuk dapat dengan mudah disadari karena sebagai manusia umumnya kita telah menjadi sangat terbiasa dengan tangan dan kaki kita, juga dengan fungsi bagian tubuh lainnya. Padahal kemampuan untuk bergerak seperti yang dimiliki manusia tidaklah mudah untuk didapatkan. Itu sebabnya harga robot yang terdiri dari hardware dan software masih relatif mahal, terutama yang memiliki akurasi pergerakan yang baik.

Di ilmu sistem kendali biasanya sempat dipelajari mengenai degrees of freedom, misalnya 6-DoF . Semakin besar derajat kebebasan yang dikehendaki, akan semakin rumit sistem dan semakin mahal biaya pembuatannya. Secara alamiah umumnya manusia memiliki kemampuan yang cukup baik untuk bergerak dan karenanya dapat terus bekerja dengan mempergunakan anggota tubuhnya. Gambar-gambar berikut diperoleh dari Kawasaki.



Gambar berikut ini didapat dari artikel yang baik untuk dibaca: AN ARDUINO CONTROLLED ROBOT ARM. 


Meskipun tenaga kerja manusia secara umum masih lebih unggul daripada robot mekanis hingga saat ini (berkaitan dengan faktor biaya inisiasi, ketangkasan dan fleksibilitas), tidak berarti bahwa hal tersebut akan berlangsung selamanya. Kita perlu belajar dari fenomena perkembangan adopsi perangkat elektronik, komputer dan Internet. Semua perkembangan teknologi tersebut memang membutuhkan waktu untuk dapat diadopsi secara luas. Tetapi bisa dilihat sekarang bahwa semua teknologi itu sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak manusia. Sudah banyak detail pekerjaan manusia yang telah digantikan oleh robot. Sebagai contoh saya sudah coba mengumpulkan beberapa video di playlist YouTube ini.

Kembali ke awal artikel ini, pekerjaan operator telepon dengan aktivitas seperti tempo dulu tidak bisa terus dipertahankan lagi di era yang modern. Tetapi ada sejumlah lapangan kerja baru yang terbuka dengan keberadaan sistem telekomunikasi yang baru. Begitu pula dengan ATM yang mengurangi beban teller sehingga bisa melakukan aktivitas yang lain di bank. Keberadaan ATM juga secara langsung membuka lapangan kerja baru. 

Lapangan kerja manual labour  bagi manusia masih akan tersedia di masa datang. Automasi dan robotika tidak akan menghilangkan semua bentuk peluang pekerjaan fisik bagi manusia. Sama seperti sekarang saat kecanggihan teknologi elektronika, telekomunikasi, dan informatika tetap tidak menghilangkan semua lapangan pekerjaan fisik ( manual labour ) bagi manusia.


Misalnya sebagaimana foto di atas, keahlian pekerjaan fisik untuk membuat senjata seperti katana masih dihargai di Jepang karena merupakan seni yang bernilai tinggi [video]. Tetapi sekalipun bernilai tinggi, bidang pekerjaan semacam ini bukan jenis lapangan kerja yang mampu menampung banyak orang. 

Belajar dari kenyataan yang sekarang terjadi, lebih banyak orang yang sekarang dapat bekerja dengan bantuan teknologi modern. Mereka belajar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan cara kerja sebagai akibat dari adopsi teknologi baru. Di masa datang kemampuan kognitif perlu untuk lebih dilatih karena semakin banyak bidang pekerjaan yang hilang dan berubah/berganti bentuk sebagai hasil dari automasi/robotika.

KECENDERUNGAN DUNIA

Sebagai penduduk yang tinggal di negara berkembang, kita memiliki 'kemewahan' untuk dapat belajar dari negara-negara yang telah lebih maju di bidang sains, engineering, dan teknologi. Kalau mau memperhatikan, di sekitar kita sekarang ini banyak sekali hasil pencapaian dari negara maju yang sudah kita manfaatkan. Bahkan seandainya pun sudah merupakan produksi lokal, produk teknologi itu adalah artefak dari pencapaian di sistem yang telah lebih dahulu maju. Peralatan elektronik & sistem yang anda pakai untuk membaca tulisan ini pun adalah hasil dari pencapaian peradaban manusia di negara maju.

Karena itu selalu baik untuk memperhatikan kecenderungan ( trend ) yang sudah/sedang berlangsung di negara-negara yang lebih maju. Selalu ada kemungkinan bahwa hal yang sama juga akan sampai, tersedia, dan berlaku di lingkungan terdekat kita di masa yang akan datang.

Ilmuwan dan ahli fisika, Sir Isaac Newton menyatakan dengan sangat baik mengenai belajar dari pengalaman dan pengetahuan orang lain. Bahkan genius seperti Newton mengakui bahwa kalaupun ia mampu melihat jauh ke depan, itu karena ia berdiri di atas pundak para raksasa. Artinya, pemahaman dan pengetahuan yang didapatnya berdasar pada pencapaian orang lain sebelumnya. 


Amerika Serikat dahulu dapat maju dengan cara mau belajar dari Eropa, sampai kemudian mereka mampu untuk menjadi lebih maju. Jepang pun mempelajari sains dan teknologi dari bangsa-bangsa Barat, sampai mereka mencapai keunggulan mereka sendiri. Korea Selatan dan Singapura pun belajar dari bangsa lain, mengikuti sampai mereka mampu untuk melakukan pengembangan sendiri. Bahkan China dan India yang sebenarnya merupakan negara-negara dengan peradaban tua di dunia, belajar dari negara lain untuk mengembalikan kemampuannya sebagai negara maju di era modern. Kesombongan yang mengakibatkan tidak mau belajar dari negara-negara maju adalah hal yang berbahaya.


Salah satu cara untuk mempermudah mempelajari bagaimana kecenderungan peradaban akan berkembang adalah dengan mempelajari apa yang diformulasikan oleh para ahli dan pelaku dunia industri. Salah satunya adalah dengan melihat gambar di atas, mengenai Industrial Revolution 4.0.


Pola pendidikan perlu untuk selalu disesuaikan dengan perubahan arah peradaban dunia. Tahapan-tahapan yang dinamai sebagai revolusi industri tidak hanya mengubah cara kerja manusia, tetapi juga mengubah pola kehidupan manusia secara umum. Dari masyarakat yang tadinya mengandalkan perburuan hewan untuk bertahan hidup menjadi masyarakat yang cerdas yang memanfaatkan sains dan teknologi untuk kehidupannya.

Evolusi pola kehidupan manusia ini tampaknya sudah disadari juga oleh pemerintah. Berita berikut ini adalah salah satu contohnya,"Menkominfo Sebut 85 Juta Pekerjaan Manusia Akan Hilang Digantikan Mesin di 2025" dan sebelumnya "Nadiem Makarim: Dalam Lima Tahun ke Depan 85 Juta Pekerjaan Akan Hilang".

PERUBAHAN PENDIDIKAN

Di artikel bagian pertama, telah dipaparkan bagaimana manusia menginginkan agar mesin-mesin yang membantunya memiliki kecerdasan yang baik untuk semakin mempermudah pekerjaan. Robot-robot yang juga dikembangkan untuk seni dan interaksi dengan manusia pun dianggap perlu memiliki tingkat kecerdasan yang memadai. Sebelum berupaya untuk memberikan kecerdasan kepada mesin, manusia telah memiliki pengalaman untuk mewariskan pengetahuan dan pengalaman kepada manusia lain dan hewan peliharaan.

Manusia telah berupaya memformulasikan beberapa bentuk cara untuk mendapatkan perubahan kemampuan pada individu lain. Cara untuk mewariskan ilmu dan mendorong perkembangannya lebih lanjut. Kita kemudian mengenal beberapa learning theories yang disusun untuk dapat dengan lebih sistematis memformulasikan bagaimana pembelajaran dapat dilangsungkan.


Ada beberapa teori yang terus dikembangkan, beberapa yang paling umum tercantum di tabel di atas ini. Behaviorism adalah bentuk paling klasik yang masih banyak dipakai hingga saat ini. Tetapi metode itu sebenarnya tidak cocok untuk tetap dijadikan sebagai yang utama di era modern menuju Society 5.0.

Setidak-tidaknya untuk menopang perkembangan industri yang sedang mengadopsi automasi dan robotika, cognitivism perlu lebih diterapkan. Termasuk untuk menghadapi tantangan Abad 21 yang memiliki detail yang berbeda dari ratusan tahun yang lalu sehingga memerlukan jenis keterampilan yang berbeda pula untuk dipelajari. Kemampuan berpikir umat manusia semakin akan dibutuhkan dan diutamakan.


Perubahan cara pandang terhadap pembelajaran ini dapat dilihat dengan jelas di perubahan taksonomi yang dibuat oleh Benjamin Bloom. Versi yang lebih baru yang merupakan penyesuaian dibuat oleh Lorin Willard Anderson dan David Reading Krathwohl pada tahun 2001. Pembaruan Bloom's taxonomy ini tidaklah aneh, karena bahkan indikator dari keberhasilan suatu proses belajar itu sendiri adalah adanya perubahan. Keluaran dari suatu proses belajar yang berhasil baik adalah adanya perubahan. Maka perubahan di bidang pendidikan adalah hal yang alamiah.

Untuk memahami lebih baik mengenai Bloom's taxonomy, tidak dapat begitu saja dilakukan dengan melihat gambar seperti di atas ini. Tetapi gambar tersebut cukup baik untuk membantu mengingat esensi yang hendak dicapai dalam proses pembelajaran, melalui perubahan sesuai zaman.


sumber
15 Learning Theories in Education (A Complete Summary)



Ada sejumlah artikel (in English) yang dapat dibaca lebih lanjut mengenai Bloom's taxonomy ini. Dengan begitu masing-masing penjelasan dalam artikel dapat dibandingkan satu dengan lainnya. Dari sejumlah besar artikel, di antaranya adalah: link 1, link 2, link 3, link 4, link 5, link 6.


Di dunia digital modern seperti sekarang ada cukup banyak alternatif layanan, aplikasi, software yang bisa dipakai sebagai bagian dari proses pembelajaran. Detail cara belajar sudah tidak lagi selalu persis sama seperti masa sebelumnya, sebagaimana juga detail cara bekerja di zaman ini banyak yang sudah berbeda jauh dari zaman sebelumnya.

Misalnya dalam hal teknologi pembelajaran, dengan pengaturan penggunaan yang tepat SNS seperti Facebook dan Twitter dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Selain sebagai sarana bertukar informasi dan hiburan. Begitu pula cara manusia mengingat sudah berbeda dengan cara mengingat di masa sebelum banjir informasi seperti sekarang. Sarana pencarian informasi digital sudah sangat mudah untuk dipergunakan dan dimanfaatkan. Maka apa saja yang perlu diingat dan bagaimana manusia modern mengingat tidak lagi persis sama dengan keperluan manusia di zaman/era sebelumnya. Begitu pula untuk sarana untuk berkreasi ( to create ), di zaman ini sudah lebih banyak tersedia daripada zaman sebelumnya, dengan lebih mudah dan lebih cepat. Secara umum beberapa aktivitas yang sesuai bisa dilihat berikut ini.


ENGINEERING TECHNOLOGY

Pembelajaran untuk bidang rekayasa (engineering) yang dulu dikenal sebagai bidang teknik dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan fokus pembelajaran dan bidang aktivitasnya. Yang pertama adalah bidang engineering dan yang kedua adalah bidang engineering technology. Pendidikan vokasi lebih dekat/sepadan dengan bidang engineering technology. Beberapa gambar lain mengenai hal ini telah saya kumpulan di satu halaman di tautan ini.


Di masa yang lalu saat revolusi industri masih di tahap awal pendidikan yang praktis diutamakan untuk dapat melakukan manual labour dengan efektif dan efisien. Sebagai contoh sebagaimana yang diungkapkan di awal artikel ini, yaitu operator telepon. Tetapi seiring kemajuan zaman, terutama dengan trend revolusi industri keempat dan Society 5.0, dunia pendidikan perlu untuk melakukan penyesuaian. Apalagi automasi (termasuk robotika) akan semakin banyak diterapkan. Maka penguatan pembelajaran kognitif ( HOTS ) perlu terus dilakukan. 

Salah satu cara paling efektif dan efisien adalah dengan mengacu pada sumber yang sudah banyak diakui dan dipakai sebagai rujukan, misalnya ABETAccreditation Board for Engineering and Technology ). Beberapa halaman rujukan dapat dibaca di situs asalnya:

Berikut ini adalah contoh perbedaan antara associate degree programs dengan baccalaureate degree programs untuk engineering technology menurut ABET.

Criterion 3. Student Outcomes

A. For associate degree programs, these student outcomes must include, but are not limited to, the following:

(1)  an ability to apply knowledge, techniques, skills and modern tools of mathematics, science, engineering, and technology to solve well-defined engineering problems appropriate to the discipline;

(2) an ability to design solutions for well-defined technical problems and assist with the engineering design of systems, components, or processes appropriate to the discipline;

(3) an ability to apply written, oral, and graphical communication in well-defined technical and non-technical environments; and an ability to identify and use appropriate technical literature

(4) an ability to conduct standard tests, measurements, and experiments and to analyze and interpret the results; and

(5) an ability to function effectively as a member of a technical team.

B. For baccalaureate degree programs, these student outcomes must include, but are not limited to, the following:

(1) an ability to apply knowledge, techniques, skills and modern tools of mathematics, science, engineering, and technology to solve broadly-defined engineering problems appropriate to the discipline;

(2) an ability to design systems, components, or processes meeting specified needs for broadly-defined engineering problems appropriate to the discipline;

(3) an ability to apply written, oral, and graphical communication in broadly-defined technical and non-technical environments; and an ability to identify and use appropriate technical literature;

(4) an ability to conduct standard tests, measurements, and experiments and to analyze and interpret the results to improve processes; and

(5) an ability to function effectively as a member as well as a leader on technical teams.


Electrical/Electronic(s) Engineering Technology and Similarly Named Programs

I. PROGRAM CRITERIA FOR ASSOCIATE LEVEL PROGRAMS

Curriculum
The curriculum must provide associate degree graduates with instruction in the knowledge, techniques, skills and use of modern tools necessary to enter careers in the application, installation, manufacturing, operation and/or maintenance of electrical/electronic(s) systems. Graduates of associate degree programs have strengths in the building, testing, operation, and maintenance of electrical systems.

The curriculum must include the following topics:

  1. application of circuit analysis and design, computer programming, associated software, analog and digital electronics, microcomputers, and engineering standards to the building, testing, operation, and maintenance of electrical/electronic(s) systems; and
  2. application of natural sciences and mathematics at or above the level of algebra and trigonometry to the building, testing, operation, and maintenance of electrical/electronic systems.

II. PROGRAM CRITERIA FOR BACCALAUREATE LEVEL PROGRAMS

Curriculum
The curriculum must provide baccalaureate degree graduates with instruction in the knowledge, techniques, skills and use of modern tools  necessary to enter careers in the design, application, installation, manufacturing, operation and/or maintenance of electrical/electronic(s) systems. Graduates of baccalaureate degree programs are well prepared for development and implementation of electrical/electronic(s) systems. Given the breadth of technical expertise involved with electrical systems, and the unique objectives of individual programs, some baccalaureate programs may focus on preparing graduates with in-depth but narrow expertise, while other programs may choose to prepare graduates with expertise in a broad spectrum of the field. Therefore, the depth and breadth of expertise demonstrated by baccalaureate graduates must be appropriate to support the program educational objectives.

The curriculum must include the following topics:

  1. application of circuit analysis and design, computer programming, associated software, analog and digital electronics, microcontrollers, and engineering standards to the building, testing, operation, and maintenance of electrical/electronic(s) systems;
  2. application of natural sciences and mathematics at or above the level of trigonometry to the building, testing, operation, and maintenance of electrical/electronic systems;
  3. analysis, design, and implementation of one or more of the following: control systems, instrumentation systems, communications systems, computer systems, power systems or energy systems;
  4. application of project management techniques to electrical/electronic(s) systems; and
  5. utilization of differential and integral calculus, as a minimum, to characterize the performance of electrical/electronic systems.


Keterangan di atas adalah salah satu contoh formulasi pembelajaran untuk dunia modern saat ini. Bisa dilihat bahwa bahkan untuk engineering technology pembelajaran sudah tidak lagi fokus hanya pada pelatihan kegiatan pekerjaan fisik (manual labour). Jika anda membaca bagian pertama artikel dan semua paragraf awal di artikel ini maka akan mudah dipahami alasannya. Automasi dan robot akan banyak mengubah lapangan kerja di masa sekarang dan yang akan datang.

Umat manusia telah lama berusaha untuk memberikan kecerdasan pada robot. Yang dalam prosesnya dapat dikatakan bahwa manusia sedang 'memanusiakan robot'. Maka sangatlah tidak masuk akal jika pendidikan tinggi yang mempergunakan sejumlah besar sumber daya dalam operasionalnya tidak mempersiapkan generasi mendatang untuk dapat bersaing di dunia yang akan penuh dengan automasi dan robot. Upaya pendidikan, termasuk pendidikan tinggi tidak selayaknya 'merobotkan manusia'. Karena manusia bukan hanya akan menjadi tenaga kerja, tetapi juga akan menjadi warga negara yang akan berpartisipasi dalam kehidupan bersama di Bumi.

MASALAH PEMAHAMAN TENTANG PROSES SAINS

Sains (science), kerekayasaan (engineering), dan teknologi (technology) adalah tiga serangkai yang sampai sekarang banyak membentuk peradaban manusia di berbagai tempat di Bumi ini. Sebagian besar jalur pendidikan utama di dunia ini dilangsungkan berdasar sains. Termasuk untuk perguruan tunggi yang mencetak banyak sarjana. Tetapi kenyataannya pada saat terjadi pandemi Covid-19, pemahaman terhadap sains tidak tampak cukup baik di masyarakat di banyak negara, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Bagaimana ini bisa terjadi? Salah satu jawabannya ada di artikel yang saya kutip berikut ini.

The key here is teaching how science works, not just what science has discovered. We recently published an article in Skeptic (Vol. 9, No. 3) revealing the results of a study that found no correlation between science knowledge (facts about the world) and paranormal beliefs. The authors, W. Richard Walker, Steven J. Hoekstra and Rodney J. Vogl, concluded: “Students that scored well on these [science knowledge] tests were no more or less skeptical of pseudoscientific claims than students that scored very poorly. Apparently, the students were not able to apply their scientific knowledge to evaluate these pseudoscientific claims. We suggest that this inability stems in part from the way that science is traditionally presented to students: Students are taught what to think but not how to think.”

Pelajaran tentang kerekayasaan/engineering berpeluang untuk menjadi pelajaran yang 'kering'. Penuh persamaan dan hafalan, serta pelatihan aktivitas yang sama persis secara berulang. Padahal telah dipelajari dari awal artikel ini bahwa pola aktivitas pekerjaan di masa depan sudah banyak berubah.

Automasi dan robot akan banyak menggantikan aktivitas dan pekerjaan fisik manusia. Bayangkan jika di awal masa peralihan dari operator manusia ke mesin di waktu lalu, calon tenaga kerja di sektor telekomunikasi tetap dilatih sebagai operator telepon dengan fokus aktivitas yang masih tetap sama seperti aktivitas yang lama. Padahal lapangan kerjanya sendiri sudah mulai menghilang, betapa rugi menggunakan semua sumber daya untuk pelatihan semacam itu. 

Calon tenaga kerja untuk masa depan perlu lebih banyak dilatih bagaimana cara berpikir dalam sains (secara ilmiah), bukan hanya berpikir cara menggunakan produk hasil dari sains saja. Pelatihan berpikir ilmiah ini secara proporsional akan bergantung setidaknya pada jenis pekerjaan dan tingkatannya. Di masa depan, akan banyak penyelesaian masalah (problem solving) yang perlu pemikiran yang berbeda dari masa lalu. Peralatan, sistem, dan metode di masa depan akan banyak yang berbeda dari yang ada masa kini. Sama halnya seperti saat ini, banyak metode dan peralatan yang sudah berbeda dari masa lalu. Untuk tipe pekerjaan/kegiatan yang sudah memungkinkan, efektivitas dan efisiensi terus ditingkatkan. Pekerjaan yang berulang-ulang dilakukan oleh manusia mulai dialihkan ke sistem automasi, termasuk kepada robot. Manusia akan lebih didorong untuk memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan kognitifnya, untuk melakukan problem solving dan untuk berimajinasi agar dapat terus mengembangkan peradaban. 

TRANSFERABLE SKILLS

Jika anda sempat melihat kembali gambar mesin ketik di bagian atas artikel ini, anda akan melihat persamaan antara ketiga peralatan di sana. Bahkan laptop modern pun memiliki tata letak yang umumnya masih sama, yaitu dasarnya QWERTY (bukan DVORAK). Pada masa lalu, jika pernah berlatih mengetik dengan mesin ketik mekanis, maka akan menjadi lebih mudah saat perlu berlatih mengetik menggunakan keyboard  komputer. Hal seperti ini dinamakan sebagai transferable skill. Meskipun tidak semua pengetahuan, ketangkasan, keterampilan punya nilai/derajat yang sama di satu aktivitas dengan di aktivitas lainnya.

Idealnya, suatu pelatihan dilakukan dengan alat/sistem yang nantinya memang akan dipergunakan. Begitu juga dengan lingkungan pelatihan, idealnya adalah lingkungan yang nanti merupakan tempat kerja sesungguhnya. Idealnya juga pelatihan itu bersifat personal, satu-lawan-satu, bukan satu pelatih/pengajar untuk beberapa peserta pelatihan. Tetapi, hal-hal tadi jelas sulit untuk diwujudkan di banyak tempat di banyak kesempatan di dunia nyata.

Misalnya karena sistem peralatan yang mahal dan/atau langka, maka terdapat perbedaan antara yang tersedia di tempat pelatihan dengan yang ada di industri. Lagi pula bahkan untuk satu jenis industri yang sama, akan mungkin terdapat beberapa alat/sistem yang berbeda dengan fungsi dasar yang sama. Intinya, tidak selalu praktis bagi tempat pelatihan untuk memiliki semua alat yang sama persis dengan yang dimiliki oleh industri. Ada beberapa faktor pertimbangan yang membuat suatu tempat pelatihan/pembelajaran untuk memilih sistem yang akan dipakai sebagai sarana belajar.

Kecuali untuk pelatihan internal/kedinasan di tempat kerja yang sesungguhnya, maka pelatihan di lembaga belajar/pelatihan/pendidikan akan selalu memiliki kemungkinan perbedaan alat/sistem dengan yang terdapat di beberapa fasilitas industri. Di sinilah pentingnya penerapan konsep transferable skill. Sebagaimana contoh tentang mesin ketik di paragraf di atas, ada beberapa keterampilan yang dapat masih dimanfaatkan dengan baik di aktivitas lain. Walaupun ada beberapa keterampilan yang menjadi tidak begitu penting dan ada juga yang bahkan tidak lagi terpakai. Kompromi semacam ini perlu untuk dilakukan karena berbagai ketidakidealan.

Selain keterampilan yang bersifat khusus di lingkup yang sempit, ada pula transferable skill yang bersifat lebih umum. Sebagai contoh, salah satu bagiannya saya salin di sini.

Selain skill yang dapat di-transfer begitu pula dengan pengetahuan, yang disebut sebagai transferable knowledge. Screenshot tabel-tabel berikut ini diambil dari sumber yang sama dengan tabel di atas, untuk lebih lengkap silakan membaca dokumen aslinya. 

Curiosity adalah sikap yang baik dan salah satu yang diperlukan sebagai bagian dari keterampilan di Abad 21 ini. Rasa ingin tahu penting untuk kemajuan dan bisa dibantu dipenuhi dengan kemajuan teknologi yang ada. Misalnya, kemampuan untuk mencari informasi dengan mesin pencari seperti Google atau Bing adalah kemampuan dasar untuk era informasi ini.

KKNI

Idealnya semua jenjang dan bentuk pendidikan memiliki tingkat yang kurang lebih sama dalam hal peningkatan terhadap kemampuan kognitif. Karena sebagaimana yang telah anda baca di artikel bagian pertama dan bagian kedua ini, robot dan automasi di masa depan akan membawa dampak ke hampir semua lapisan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi, dalam kenyataan ada banyak hambatan untuk mewujudkan pendidikan ideal ini, misalnya keterbatasan dana dan tenaga.

Maka yang paling realistis adalah dengan mengacu pada pembagian fokus kegiatan secara berjenjang. Di Indonesia, ini dikenal sebagai KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Dari sini penggunaan sumber daya bisa diatur untuk disesuaikan dengan target yang hendak dicapai di tiap level. 


Sebagai contoh, pendidikan vokasi (engineering technology) jenjang D3 sebanding dengan KKNI level 5. Sedangkan jenjang S1 terapan berada di KKNI level 6. Ini bisa dibandingkan dengan standar ABET untuk associate degree programs dan baccalaureate degree programsKedua level ini dapat dicapai tidak hanya melalui pendidikan formal tetapi juga melalui cara lain, seperti pengalaman di dunia kerja. 

Anda bisa membandingkan juga dengan Bloom's taxonomy dan penerapannya yang sesuai untuk tiap level. Begitu juga dengan penerapan learning theory yang sesuai untuk tiap level. 


Saran pencapaian KKNI dibagi-bagi dari level 1 sampai level 9. Di level 1, kandungan unsur kompetensi psikomotorik menjadi unsur pendidikan yang dominan, sedangkan di level 9 unsur pendidikan kognitif menjadi faktor yang paling dominan. Level 5 dan level 6 sudah masuk dalam level dengan unsur okupasi manajerial.

Kesembilan level ini kemudian dijabarkan di masing-masing bidang teknis secara lebih terperinci dengan tetap menggunakan pola dasar yang sama. Misalnya untuk bidang ketenagalistrikan terdapat Standardisasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 46 Tahun 2017. Berikut adalah kutipan level 1 (SMP) dan level 2 (SMA/SMK) sebagai contoh di bidang ketenagalistrikan.


Untuk level 5 (D3) dan untuk level 6 (S1) di bidang ketenagalistrikan, dapat dilihat di cuplikan tabel berikut ini. Juga dapat kembali dibandingkan dengan standar ABET di bagian atas artikel ini. Untuk informasi mengenai SKTTK (Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan) dapat dilihat di situs ESDM.


Dengan kemajuan zaman yang ditandai dengan automasi dan robotika, maka pendidikan level 5 dan level 6 diharapkan untuk mampu menghasilkan lulusan yang dapat memperkuat industri nasional. Dengan begitu, tenaga kerja di level di bawahnya masih dapat cukup tertolong dengan skala industri dan bisnis yang memadai. Karena manusia di negara-negara maju telah lebih dahulu 'memanusiakan robot', maka pendidikan di level 5 dan level 6 sudah tidak boleh terjebak pada kegiatan 'merobotkan manusia'. Apalagi saat ini pendidikan formal di level 5 sudah didorong untuk naik menjadi level 6.

LITERASI

Setelah membaca artikel bagian pertama dan artikel bagian kedua ini, semoga sudah didapati bahwa pendidikan formal terutama pendidikan tinggi nasional sudah perlu bersiap merespons perkembangan zaman. Termasuk dampak dan peluang dari automasi dan robotika. Bagaimana caranya?


Langkah pertama dan utama adalah melalui literasi. Lebih rinci lagi dimulai dari peningkatan minat dan kemampuan membaca, lalu kemampuan mengolah informasi dan menulis. Alvin Toffler bahkan menyatakan bahwa di Abad 21, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya literasi adalah kemampuan untuk belajar, menyingkirkan/membuang/melupakan apa yang pernah dipelajari, lalu belajar kembali (learn, unlearn, relearn). Maksudnya, manusia modern perlu memiliki kemampuan untuk dapat seolah-olah merancang ulang program bagi dirinya. Ia perlu untuk dapat berusaha berubah dengan mengganti hal-hal yang tidak lagi relevan, lalu mempelajari hal-hal baru yang lebih baik. Misalnya, lagi, adalah penggantian peran operator telepon dan reposisi peran teller di perbankan.

Semua negara maju memiliki tingkat minat dan kemampuan membaca yang baik. Lebih dari itu, peradaban maju sepanjang sejarah umumnya dibangun melalui literasi yang baik. Sebagai contoh adalah Rumah Kebijaksanaan (House of Wisdom) di Baghdad di abad ke 8.

Kemauan untuk membaca sangat penting di zaman dengan aktivitas kehidupan yang banyak berubah dengan sangat cepat ini. Bahkan telah beberapa waktu terdapat istilah VUCA yang kemudian disusul dengan istilah BANI. Keduanya hanya bisa dihadapi dengan baik dengan kemauan dan kemampuan belajar yang baik, terutama dalam hal membaca.

Sekilas mengenai VUCA saya kutip dari artikel ini:

VUCA stands for:

  • V = Volatility: fast pace of change; fluctuations in demand and changing demands
  • U = Uncertainty: can’t predict the future
  • C = Complexity: interconnectivity of machine AND man (globalization)
  • A = Ambiguity: lack of clarity on how to interpret information; hard to interpret

VUCA dipakai untuk menjelaskan fenomena saat perubahan kondisi industri, bisnis, dan sosial dapat terjadi dengan begitu cepat. Dunia menjadi begitu kompleks dan interaksi antar kelompok besar manusia dapat terjadi lebih banyak dari zaman sebelumnya. Zaman dahulu sekali orang dapat menduga bahwa seratus tahun kemudian pola kehidupan masih tetap akan sama. Anak keturunan mereka masih akan berburu binatang liar dan/atau berladang. Tetapi di era tahun 2000-an situasi berubah, perlu sejumlah besar sumber data yang terus diamati untuk dapat memperkirakan pola untuk beberapa tahun ke depan. Dapat diingat kembali kasus Nokia, Kodak, RIM's Blackberry, dan Blockbuster. Mereka adalah perusahaan besar yang tutup karena sulit mengikuti perkembangan zaman. 

Untuk istilah BANI yang saya kutip berikut ini, dapat dibaca dengan lebih lengkap di artikel aslinya.

What does BANI mean?

  • Brittle: the kind of illusive fortress that seemingly solid systems have but which can easily crumble. Examples of this are countries who are rich due to the exploitation of a natural resource that collapse with price fluctuations, or the monocultures of our modern agriculture which are very vulnerable to pests due to their low variability.
  • Anxious: the anxiety caused by continuous changes. This anxiety can lead to passivity when you feel that changes are an avalanche and that there is no way to influence them. The flood of news from the media and “misinformation” also contributes to this.
  • Nonlinear: the disconnection and disproportion between cause and effect. We may now be seeing the impact on the climate as a result of actions taken 40 years ago; could these consequences have been predicted then? What is the relationship between the minor act of hunting or eating an animal and the trigger for a pandemic that is changing the world? There is a great difference between the scale at which things occur and the scale at which we perceive them.
  • Incomprehensible: the consequence of excess information and its often counterintuitive nature (like what occurs when AI or Big Data intervenes). Fortunately, what is incomprehensible today does not have to be tomorrow.

Perubahan-perubahan yang disengaja yang selalu terjadi dalam kehidupan umat manusia adalah tanda-tanda bahwa manusia memiliki kemampuan untuk selalu belajar, untuk selalu berkembang. Sampai hari ini yang kita ketahui hanya manusia yang mampu untuk membangun dan mengubah peradabannya sendiri. Berbeda dengan makhluk hidup lain, cara manusia hidup hari ini bisa jadi sangat berbeda dengan cara hidup manusia di tempat yang sama 100 tahun yang lalu. Padahal semua makhluk hidup memiliki potensi kemampuan untuk beradaptasi dan berevolusi. Tetapi manusia memiliki potensi kemampuan yang tidak sama dengan makhluk hidup lain, binatang atau tumbuhan. Maka manusia juga jelas punya potensi yang berbeda dari robot, apalagi mesin mekanis. Upaya pendidikan di banyak tempat pada dasarnya adalah upaya untuk semakin memampukan manusia untuk memanfaatkan potensi yang dimilikinya sebagai manusia.

Untuk memaksimalkan potensi dan untuk menghadapi tantangan zaman, manusia perlu sekali untuk belajar, terutama untuk mau banyak membaca. Karena bahan bacaan adalah sarana penyebaran informasi yang paling lama dan masih paling mudah untuk disebarkan, bahkan dengan teknologi maju sekarang ini. Informasi yang disebarkan dalam bentuk tertulis sebagai bahan bacaan dapat lebih terjamin akurasinya daripada informasi lisan, tetapi dengan jumlah data yang lebih kecil (ringkas). 

Berikutnya dengan kemajuan zaman, akses terhadap materi audiovisual menjadi lebih mudah. Untuk beberapa keperluan format ini lebih baik daripada bahan bacaan, sekalipun ukuran data menjadi lebih besar. Baik materi bacaan maupun materi audiovisual memerlukan sarana penyebaran yang memadai. Maka di era ini keberadaan Internet perlu untuk lebih dimanfaatkan secara maksimal.

Literasi di zaman ini dipermudah dengan keberadaan Internet yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. Bagaimana cara memanfaatkannya telah coba saya rangkum di artikel berikut ini

Di Notion, saya sudah coba mengumpulkan tautan ke beberapa sarana belajar yang dapat dimanfaatkan terutama saat perlu melakukan proses belajar secara online. Bisa dilihat di http://bit.ly/SaranaBelajarOnline.

Di Notion juga saya sudah mengumpulkan sumber-sumber yang baik sebagai sumber belajar, termasuk kanal-kanal di YouTube. Tautan ada di sini http://bit.ly/sumberBelajar.

Hal lain dapat dilihat juga di sini https://eee.sunupradana.info/.



Memanusiakan Robot, Merobotkan Manusia [Bagian 1]

Artikel ini adalah bagian pertama dari dua artikel, bagian ini membahas tentang robot. Tentang bagaimana manusia berupaya memberikan kecerdasan pada robot agar dapat menyerupai manusia.

Nanti di artikel lanjutan, bagian kedua, akan dibahas mengenai perubahan yang perlu dilakukan sebagai antisipasi semakin meluasnya automasi, termasuk penggunaan robot. Di masa depan, manusia sebaiknya tidak dipersiapkan untuk bersaing dengan robot di bentuk aktivitas yang sama. Sama seperti sekarang manusia tidak bersaing langsung dengan komputer elektronik. Banyak orang yang sekarang telah dipersiapkan untuk bekerja menggunakan dan bersama dengan teknologi elektronik.

ROBOT

Apa yang terpikirkan saat membaca atau mendengar kata robot?


sumber gambar: Robot improvement

Barangkali yang anda bayangkan adalah seperti salah satu dari wujud di gambar di atas. Tapi pernahkah anda membaca atau mendengar tentang web robot, internet robot atau sering ditulis dengan satu kata yang singkat yaitu bot? Nah bot itu juga memiliki fungsi dasar yang sama seperti robot lainnya. Hanya saja ia tidak berwujud nyata dalam bentuk benda fisik.
Sebagai wawasan, saya menggunakan apa yang ditulis oleh para editor di Wikipedia ini. Menurut saya sudah sangat mewakili apa yang perlu disampaikan.
An Internet bot, web robot, robot or simply bot, is a software application that runs automated tasks (scripts) over the Internet. Typically, bots perform tasks that are simple and repetitive much faster than a person could. The most extensive use of bots is for web crawling, in which an automated script fetches, analyzes and files information from web servers. More than half of all web traffic is generated by bots.
Dari apa yang saya kutip di atas terdapat beberapa hal yang penting untuk diamati. Bahwa robot tidak harus berbentuk benda fisik tetapi bisa juga berbentuk 'hanya' berupa software (perangkat lunak). Istilah bot adalah penyebutan yang umum untuk robot yang 'hanya' berbentuk software. Ada banyak peruntukan robot, karenanya ada cukup banyak jenis robot yang dibuat. Tetapi kebanyakan robot memang dikembangkan untuk keperluan membantu pekerjaan manusia. Karena itu robot sangat berdekatan dengan automasi. Banyak robot yang dibuat untuk melakukan pekerjaan yang sudah terdefinisi dengan baik, dan bersifat berulang-ulang. Hal ini berlaku sama baik untuk robot software maupun yang juga berbentuk hardware dan software.


Tetapi tentu saja robot tidak hanya dikembangkan untuk keperluan automasi industri. Ada beberapa bentuk peruntukan robot yang lain. Beberapa pengertian lain mengenai robot yang juga dapat dibaca dan dibandingkan. Misalnya di Britannica, Merriam-Webster, Cambridge DictionaryOxford Learner's Dictionaries, Dictionary, Collins, IEC. Untuk mengetahui keragaman robot, dapat dibaca di artikel di situs IEEE berikut ini.

Seperti umumnya capaian manusia, robot juga tidak langsung berada pada tingkat seperti yang sekarang  ini. Ada tahapan perkembangan, evolusi dari bentuk yang lebih sederhana. Misalnya zaman dahulu seorang ahli bernama Badi al-Zaman Abu al-Izz Ismail ibn al-Razzaz al-Jazari (yang dikenal sebagai Ismail al-Jazari). Salah satu karyanya adalah robot untuk menunjukkan waktu yang dibuat menyerupai gajahBeliau dikenal sebagai salah seorang yang memelopori penyusunan mesin mekanis yang menjadi cikal bakal robot modern. 


Sedari awal robot memang dibuat untuk melayani kepentingan manusia, dalam berbagai bentuk. Untuk robot-robot berupa mesin mekanis yang dibuat untuk meringankan beban pekerjaan manusia, umumnya terus ditingkatkan untuk dapat memiliki kapasitas lebih besar dan bekerja dengan lebih cepat. Bahkan terus ditingkatkan untuk menjadi lebih efisien dari manusia dan bisa bekerja secara mandiri tanpa campur tangan manusia.

Di awal perkembangan mesin-mesin dikembangkan dengan memanfaatkan pengetahuan tentang mekanika. Peralatan semacam itu, termasuk robot kemudian berevolusi seiring dengan semakin maju dan meluasnya perangkat elektronik. Mesin-mesin di industri mulai dilengkapi dengan pengendali elektronik, termasuk robot.

Robot (juga disebut lengan robot) seperti milik Kawasaki ini dalah salah satu contoh robot industri generasi awal. Harganya sangat mahal, per unitnya senilai 400 kali gaji bulanan pegawai yang baru lulus dari universitas.

Foto ini adalah foto robot humanoid milik Kawasaki di tahun 2017. Humanoid dalam bentuk seperti pada gambar di bagian awal sekali tulisan ini, terus dikembangkan dari robot generasi sebelumnya. Ini adalah salah satu bentuk robot, yang memang dibuat untuk menyerupai manusia. Pengembangan itu dilakukan secara bertahap dan sistematis, tidak begitu saja melompat-lompat agar hasilnya terlihat seolah-olah bagus. 

Telah disampaikan awal bahwa robot tidak hanya merujuk pada benda-benda fisik mekanis saja. Robot dapat  'hanya' berupa software. Umumnya bot dikenali sebagai robot otomatis yang menjelajahi situs-situs di Internet untuk memeriksa isi informasi yang disediakan, lazim dikenali juga sebagai crawler. Bot versi lain juga umum dikenal sebagai software otomatis yang menangani komunikasi melalui Internet dengan pengguna, dikenal sebagai ChatBot. Akhir-akhir ini untuk IoT, bot juga semakin banyak dipergunakan, misalnya bot di Telegram.

Untuk keperluan bisnis, robot software juga semakin banyak dipergunakan untuk memenuhi keperluan dasar yang sama dengan robot lainnya yaitu untuk meringankan atau bahkan menggantikan peran manusia. RPA adalah salah satu penerapan robot di bidang perangkat lunak, yaitu untuk melakukan automasi berbagai proses dari perangkat lunak yang sama atau bahkan yang berbeda. Dengan keberadaan RPA berbagai proses yang tadinya harus dilakukan oleh operator manusia secara manual, sekarang sudah dapat diambil alih oleh robot.

Pada intinya manusia tidak lagi harus mengerjakan hal yang sama berulang kali, sesuatu yang tidak efisien. Semakin lama, manusia telah semakin banyak berhasil mengalihkan pekerjaan rutinnya kepada sistem lain.


MEMANUSIAKAN ROBOT

Sejak lama manusia selalu mencari cara untuk mempermudah kehidupannya. Berbagai metode dan teknologi diciptakan untuk meringankan beban kehidupan.

Umat manusia memanfaatkan alam di sekitarnya untuk membantu mengerjakan hal yang sebelumnya perlu dikerjakan oleh manusia. Dengan begitu ada lebih banyak kegiatan yang bisa jadi dilakukan 24/7 sepanjang waktu. Mesin-mesin mekanis yang dibuat dapat memiliki kemampuan kerja yang jauh lebih kuat daripada manusia. Lebih 'bertenaga' daripada kebanyakan orang, dan mampu terus menerus bekerja. Kemampuan ini cukup untuk menyelesaikan beberapa jenis pekerjaan. Tetapi beberapa pekerjaan memerlukan jenis kemampuan selain tenaga mekanis yang besar.

Sebelum robot 'modern', hewan ternak adalah hal terdekat dengan manusia yang merupakan mesin biologis. Hewan telah banyak membantu manusia bekerja dan dalam prosesnya jelas dapat berinteraksi dengan lebih baik daripada benda mati.

Sebagai sesama makhluk hidup yang tergabung dalam kingdom animalia, hewan memiliki kemampuan kognitif yang dapat dilatih oleh manusia dengan lebih mudah. Berbeda dengan makhluk hidup yang tergolong sebagai kingdom plantae.

Beberapa hewan yang berasal dari keturunan yang telah mengalami tahap domestikasi bahkan mampu membantu di lingkungan yang cukup ekstrim. Mereka memiliki kemampuan untuk belajar yang cukup baik untuk bisa membantu manusia.

Semua bentuk kemampuan seperti ini memberi inspirasi kepada manusia untuk meningkatkan kemampuan robot mekanis. Agar robot-robot juga nantinya memiliki kemampuan berpikir sendiri, secara mandiri.

Hanya saja di antara semua anggota kingdom animalia, sepanjang yang kita ketahui hanya manusia lah yang memiliki kemampuan yang paling unggul dalam membangun peradaban di Bumi. Padahal untuk bagian-bagian tubuh/organ manusia itu sendiri, sering kalah unggul bila dibandingkan dengan organ makhluk hidup lain. Penglihatan dan mata manusia 'kalah' bila dibandingkan dengan penglihatan elang,  burung hantu atau singa. Simapanse dan gorila memiliki kekuatan fisik yang lebih besar daripada manusia. Anjing dan kucing memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik daripada kita manusia. Rayap (termite) memiliki kemampuan untuk membangun tempat tinggal yang luar biasa, lebih baik daripada kebanyakan manusia.


Karena itu, tidak aneh bahwa manusia juga menginginkan robot ciptaannya juga memiliki kemampuan seperti dirinya. Seperti manusia yang mampu belajar dan berkembang. Bagaimana caranya?

OTAK dan PIKIRAN

Otak manusia adalah organ kecil yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Manusia sudah menjelajah banyak tempat di Bumi, bahkan sampai ke luar angkasa, tetapi masih belum sepenuhnya bisa memahami tentang otaknya sendiri. Padahal karena otaknya lah manusia bisa membangun dan mengembangkan peradaban, berbeda dari hewan yang bahkan memiliki beberapa organ yang lebih baik.

Rayap dapat membangun tempat tinggalnya begitu rupa secara menakjubkan. Begitu kompleks, terutama jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya sendiri. Sebanding jika seandainya saja semua manusia memiliki kemampuan alamiah untuk membangun gedung bertingkat. Tetapi bangunan rayap tidak banyak berubah sepanjang zaman. Berbeda dengan tempat tinggal manusia, dari dalam gua sampai mampu membangun berbagai gedung pencakar langit yang tinggi dengan banyak bentuk variasi. Manusia (umumnya) mampu berkembang.

Untuk menjaga keberadaan dan peradabannya manusia mengajarkan tata cara (metode/prosedur) kepada manusia lain. Ini dilakukan untuk mempercepat proses belajar, tanpa perlu untuk selalu mengulang dari awal lagi bagi setiap individu. Umumnya dari yang telah lebih dahulu mengalami kepada yang belum, dari yang lebih tua kepada yang lebih muda, dari orang tua kepada anak-anak. Dengan begitu diharapkan cara-cara yang cerdas untuk bertahan hidup di lingkungan dapat dimiliki oleh generasi berikutnya dengan efektif dan.

KECERDASAN BUATAN

Setiap makhluk hidup memiliki potensi kecerdasan dasar alamiah yang sesuai untuk bertahan hidup di lingkungannya. Manusia memiliki kemampuan lebih dari makhluk lain karena mampu mengubah lingkungannya dalam skala yang sangat besar. Untuk ini manusia memiliki kemampuan untuk mengamati, mencoba, meniru dan membakukan tata urutan atau tata cara. Manusia kemudian mengembangkan apa yang kemudian dikenal sebagai metode ilmiah, dan terus menerus mencoba menyempurnakannya. Hal ini setahu kita tidak dimiliki oleh makhluk hidup lain di Bumi.

Manusia belajar menyusun pengetahuan untuk diwariskan kepada generasi penerusnya, selain untuk selalu mencoba menemukan cara-cara yang lebih baik untuk hidup. Kemudian manusia belajar memformulasikan apa yang yang dimaksud dengan kecerdasan. Mencoba memastikan kecerdasan yang dimiliki oleh sesamanya cukup memadai dan selalu berusaha untuk meningkatnya secara kolektif (bersama-sama). 

Seperti yang diungkap sebelumnya, manusia selalu berusaha meningkatkan kemampuan peralatan dan sistem yang membantunya. Peningkatan kemampuan sistem yang membantu manusia pada gilirannya akan memudahkan umat manusia itu sendiri, setidaknya sampai pada batas tertentu. Itulah sebabnya manusia berusaha untuk meningkatkan kemampuan hewan ternak dan mesin-mesin.

Sebagian ilmuwan kemudian mengusahakan untuk dapat membakukan pemahaman tentang kecerdasan manusia. Tentu saja ini upaya yang sangat tidak mudah, karena pemahaman terhadap otak manusia saja masih sangat terbatas. Tetapi upaya untuk merintis cabang ilmu pengetahuan ini terus dilakukan, yang kemudian dikenal sebagai kecerdasan buatan/AI (artificial intelligence). Di periode awal, harapan terhadap perkembangan ilmu bari ini sedemikian tinggi. Orang banyak berkhayal bahwa ilmu baru ini akan dapat memberikan kecerdasan pada mesin-mesin, seperti sebagaimana adanya kecerdasan pada manusia. Padahal seperti yang terlihat di foto berikut ini, sekadar untuk dapat berdiri dan berjalan tegak saja merupakan hal yang sulit untuk robot, sebagian masih belum cukup cerdas dalam menjaga keseimbangan tubuh. Suatu hal yang umumnya dianggap mudah oleh manusia normal dewasa.


Ini tentu harapan yang terlampau tinggi pada ilmu baru yang sedang dikembangkan. Akhirnya terjadilah yang dikenal dengan sebutan " AI Winter ". Saat kesenjangan antara harapan dengan kenyataan begitu jauh, saat pendanaan mulai berkurang, terjadilah beberapa periode saat pemberitaan perkembangan AI tidak lagi begitu menonjol seperti sebelumnya. Terjadi koreksi terhadap harapan dan pernyataan yang terlalu ambisius yang akhirnya tidak dapat lagi ditopang oleh kenyataan kemajuan pengetahuan.

Sekarang kita mengenai istilah-istilah narrow/weak AI dan general/strong AI yang dipakai untuk membedakan lingkup pengembangan dan bahasan AI. Bentuk kecerdasan seperti yang dimiliki oleh manusia dilabeli sebagai general/strong AI. Adalah suatu harapan yang ambisius untuk segera memperolehnya waktu dahulu itu, saat faktor-faktor masih sangat kurang memadai. Meskipun masih bisa sedikit dimaklumi karena manusia sangat menginginkan agar mesin-mesin yang membantunya selama ini dapat lebih beroperasi mirip dengan dirinya sendiri. Memiliki kemampuan yang serupa sehingga lebih mudah untuk diajak berinteraksi.

Untuk tahap sekarang yang lebih berkembang adalah narrow/weak AI , suatu pilihan yang lebih realistis. Dikatakan sebagai kecerdasan buatan yang sempit ( bila dibandingkan dengan general AI ) karena hanya mengurus bagian-bagian tertentu dari aspek kecerdasan manusia yang luas. Sebagai pembanding dan penyeimbang, artikel di Forbes ini layak dibaca.   

Maka jika dahulu dikhayalkan dalam waktu yang cukup singkat dapat dihasilkan robot yang layaknya sudah seperti manusia, maka sekarang pengembangan dilakukan dengan lebih realistis. Di ilmu robotika pun, kecerdasan 'ditanamkan' pada robot secara sistematis.  Pengembangan kemampuan dilakukan per bagian dari robot.

Narrow AI

Dengan semakin canggihnya sistem peralatan elektronik, maka kemampuan komputasi pun semakin meningkat. Semakin besar kemampuan sistem elektronik untuk mengolah data dalam jumlah besar dengan semakin cepat. Karena itu narrow AI menjadi lebih cepat berkembang. Contoh aplikasi adalah kemampuan pengenalan tulisan tangan seperti berikut ini.


Penerapan lain adalah pengenalan obyek (wajah) seperti contoh proyek berikut.


Kemampuan sistem elektronik untuk mengolah data pun dimanfaatkan untuk melakukan analisis data. Analisis matematis yang tadinya dikerjakan secara manual kemudian dikerjakan dengan mempergunakan komputer elektronis. Bidang data analysis, machine learning, data science, artificial intelligence, memiliki banyak persamaan selain juga perbedaan.  Tetapi kesemuanya berkembang dengan baik dalam ranah narrow AI.

Kecerdasan parsial dalam bentuk perangkat lunak semacam ini dimanfaatkan pula di sistem yang lain. Misalnya ke perangkat untuk menyelesaikan Rubik seperti ini. Kemampuan sistem perangkat untuk menyelesaikan masalah terbatas seperti ini dapat menyamai atau bahkan mengalahkan manusia. Salah satu rekor terbaik dunia diraih oleh Yusheng Du pada tahun 2021 dengan catatan waktu 3,47 detik. Sedangkan robot yang diciptakan oleh Ben Katz and Jared Di Carlo mencatat rekor 0,38 detik di tahun 2018, jauh lebih cepat daripada rekor waktu manusia.


Kemampuan untuk mengelola kecerdasan parsial untuk memproses data dari lingkungan sekitar ini kemudian bisa digabung-gabungkan untuk membangun sistem yang lebih kompleks. Misalnya untuk kepentingan membangun mobil cerdas. Pengetahuan dan pengalaman untuk membangun masing-masing tipe sensor dan untuk mengolah data yang diperoleh, digabungkan untuk dapat mendekati kemampuan manusia dalam berkendara.

Pengembangan tentu saja dilakukan secara bertahap dan sistematis. Target pertama adalah untuk membantu memudahkan manusia dalam berkendara. Kemudian dirancang untuk dapat mengambil alih peran, tetapi masih dalam pengawasan penuh manusia. Target yang kemudian menjadi sasaran adalah untuk dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia. Termasuk pada kemampuan untuk berkoordinasi antar sistem. Ini hal yang menuntut kepemilikan kecerdasan yang lebih baik dan lebih lengkap. Bukan hal yang mudah untuk sepenuhnya diwujudkan hingga saat ini. 



Merupakan bagian dari pembahasan mengenai kecerdasan adalah tentang pilihan yang diambil/ditetapkan di tiap waktu, dalam hal ini oleh pengendara mobil. Dilema moral menjadi hal yang tidak sederhana untuk dibahas, tetapi perlu, jika sistem dengan suatu bentuk kecerdasan akan beroperasi di wilayah yang terdapat banyak manusia. Artikel ini menarik untuk dibaca sebagai wawasan: Should a self-driving car kill the baby or the grandma? Depends on where you’re from. 


Jika mobil cerdas yang sepenuhnya bisa beroperasi tanpa campur tangan manusia sama sekali masih terus dicoba dalam masa pengembangan, robot untuk aplikasi pergudangan sudah bekerja secara penuh. Kemampuan untuk mengerjakan pekerjaan tertentu dengan tingkat kecerdasan dan koordinasi telah berfungsi penuh di bisnis ini.


Pengembangan untuk automasi juga terus dikembangkan sehingga satu sistem bisa bekerja sama dengan sistem dari produsen lain. Kecerdasan semacam ini dimiliki oleh manusia untuk bekerja secara sistematis berdasarkan sains dan teknologi. Kecerdasan kolektif ini akan memungkinkan terwujudnya dark factory.


Bagaimana dengan kecerdasan yang diperuntukkan untuk pusat pengendalian jaringan komunikasi data? Bayangkan network operations center (NOC) jaringan telekomunikasi yang tiba-tiba sibuk karena banyaknya peringatan gangguan yang diterima. Karena itulah kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk membantu mengelola NOC. Masalah dapat dideteksi lebih awal dan (sebagian) bahkan dapat ditangani tanpa melibatkan manusia.

Untuk pengelolaan energi listrik pun AI telah berkembang dan dimanfaatkan untuk bagian-per-bagian operasi sistem. Seiring waktu integrasi kecerdasan akan meliputi lebih banyak aspek operasi sistem tenaga. Akan lebih banyak pekerjaan yang dilakukan oleh robot (software dan hardware) secara otomatis di masa datang.

ROBOT dan PERAN MANUSIA

Manusia terlahir dengan ukuran otak yang kecil tetapi umumnya terus berkembang sampai usia dewasa.  Seiring dengan itu, individu manusia terus belajar, terus berubah. Itulah sebabnya mengapa peradaban manusia selalu dapat mengalami perubahan, berbeda dengan kebanyakan makhluk hidup lainnya.

Kemampuan manusia untuk belajar (dan karenanya mampu berubah) inilah yang merupakan bagian dari kecerdasan yang hendak ditiru dan diterapkan ke sistem lain seperti robot.  Kemampuan untuk dapat belajar sebagai ciri kecerdasan ini telah dibuktikan antara lain pada saat DeepMind (Alphabet/Google) mengembangkan AlphaZero. Saat akan mengalahkan StockFish, AlphaZero bahkan belum pernah belajar/diajari mengenai permainan catur. Sedangkan saat itu StockFish adalah software yang berupa chess engine terbaik. Kemampuan belajarlah yang membuat perbedaan signifikan di antara keduanya. Hanya dengan mempelajari permainan catur beberapa waktu AlphaZero berhasil mengalahkan StockFish. AlphaZero tetap mampu mengalahkan StockFish berkali-kali karena kemampuan belajar yang dimilikinya jauh lebih unggul. 


Sebelum diperlengkapi dengan kecerdasan, mesin-mesin buatan manusia dikembangkan untuk kekuatan dan kecepatan. Dengan semakin berkembangnya ilmu kecerdasan buatan, kemampuan untuk belajar menjadi fitur yang sangat penting. Untuk mencapai kemampuan general/strong AI mungkin masih memerlukan waktu yang lebih lama lagi. Tetapi untuk narrow/weak AI, hasil perkembangan sampai tahap ini pun sudah dapat dimanfaatkan untuk pengembangan robot yang jauh lebih baik dari era sebelumnya.

Misalnya adalah robot HRP-5P dari Jepang berikut, yang sampai tahap ini sudah mampu untuk mengerjakan beberapa aktivitas pekerjaan fisik manusia. Robot ini sudah dapat belajar untuk mulai mengerjakan beberapa aspek manual labour di bidang konstruksi.


Di masa yang akan datang, untuk beberapa jenis pekerjaan, untuk beberapa aktivitas, kita akan semakin banyak melihat bahwa peran manusia sudah bisa tergantikan oleh robot. Sebelum masa itu tiba, manusia akan bekerja berdampingan dengan robot-robot. Baik robot yang memiliki bentuk fisik (hardware + software) maupun yang tidak terlihat ('hanya' berupa software). Sebelumnya lagi, ada masa perkembangan saat robot-robot hanya dapat membantu manusia dengan sangat terbatas, tetapi tetap sangat bermanfaat. Sebaiknya kita bersiap-siap, antara lain melalui upaya pendidikan.

Artikel bagian kedua yang merupakan kelanjutan artikel ini ada di tautan berikut ini.

Bagaimana Cara Penularannya?

Hari ini saya menerima kabar, seorang lagi yang saya kenal secara pribadi telah berpulang. Sebelumnya tadi malam saya seperti melamun, 'teringat kembali' bahwa penyebaran wabah Covid-19 ini tidak sama  dengan penyebaran wabah demam berdarah. Ada banyak jatuh korban yang barangkali sebenarnya masih bisa secara bersama-sama bisa dicegah. Mari melindungi orang lain selain diri kita sendiri.


Saya pikir, dibandingkan Covid-19 penyebaran demam berdarah itu malah berpotensi 'lebih sulit' untuk ditangani untuk alasan adanya keberadaan nyamuk sebagai pembawa penyakit. Nyamuk itu jelas lebih kecil daripada manusia, bisa bersembunyi di tempat-tempat yang sempit. Kalau tidak terkena pengasapan secara efektif, nyamuk bisa terbang untuk menyerang korban berikutnya.

Sedangkan manusia itu berwujud 'besar', jauh lebih besar daripada nyamuk. Dengan teknologi transportasi manusia memang bisa menjangkau jarak yang lebih jauh dan wilayah lebih luas daripada nyamuk. Tapi manusia punya 'pusat pengendali' yang lebih baik daripada yang dimiliki oleh nyamuk. Manusia bisa memiliki pertimbangan yang lebih baik daripada nyamuk. Manusia bisa membangun peradaban di Bumi, nyamuk (setahu saya) tidak bisa.

Saya ngeri membayangkan seandainya nanti wabah semacam ini juga melibatkan hewan kecil lain dengan kemampuan bergerak yang cukup tinggi selain manusia. Saya ngeri mengkhayalkan bahwa nyamuk juga bisa menyebarkan bawah varian Covid-19 ini.

Supaya orang lebih bebas mencari nafkah, lebih bebas untuk belajar, maka kegawatan pandemi ini perlu diakhiri. Makin lama berada dalam tahap ini, makin sulit kita berkehidupan. Jangan dikira banyak orang yang selama ini berpikir tidak ikut terkena dampak, akan selalu aman. Kita hidup di Bumi dengan mekanisme ekonomi dan keamanan yang tidak sepenuhnya ajaib. Negara tidak punya pohon uang secara literal, dan aparat keamanan itu tidak punya kemampuan superhero

Sains (science) belum bisa memberikan jawaban untuk semua pertanyaan. Tidak juga sempurna mengetahui semua hal. Tetapi sebagian peradaban modern di Bumi ini dibangun berdasarkan sains. Bagaimana industri dibangun, bagaimana telekomunikasi dikembangkan, bagaimana obat dan rumah sakit diadakan. Dalam sains perbaikan dan pembaruan umumnya berhasil dilakukan dengan sistematis. Sehingga hasilnya masih bisa diharapkan lebih baik daripada jalan lain. Lihat saja sekeliling kita, sebagian besar adalah bukti dari keberhasilan sains untuk dipakai membangun peradaban dan menjaga kelangsungan manusia.

Untuk semua kita, patuhi/taati rekomendasi sains sebisanya. Utamakan keselamatan.


sumber gambar:

https://www.parkwayeast.com.sg/healthplus/article/dengue-fever-mosquitos 

https://www.gavi.org/vaccineswork/why-coronavirus-lockdown-necessary 

Kursus gratis oleh Mark M. Budnik di Udemy

Apakah semua kurus di Udemy berbayar? Jawabannya adalah tentu tidak. Memang ada banyak kursus bagus yang hanya bisa diakses jika kita membayar, tetapi tidak semua. Berikut ini salah satunya yang bisa diakses secara gratis. Materi disampaikan dalam bahasa Inggris.

INSTRUCTOR
Mark M. Budnik
Brandt Professor of Engineering, Valparaiso University

Mark M. Budnik is the Paul H. Brandt Professor of Engineering at Valparaiso University. He received his bachelor of science degree in electrical engineering from the University of Illinois and his master of science and doctoral degrees in electrical engineering from Purdue University.
Prior to joining the faculty at Valparaiso University in 2006, Mark worked in the semiconductor industry, culminating as a Staff Engineer and the Director of White Goods and Motor Control at Hitachi Semiconductor. In these roles, he had a unique opportunity to work closely with a diverse customer base to identify and establish a number of best practices in embedded systems education.
In his career, he received multiple educational awards from academia and industry including ST Microelectronics, National Semiconductor, Hitachi Semiconductor, Valparaiso University, and the American Society for Engineering Education (ASEE). Most recently, Mark was an ASEE Section Outstanding Teacher of the Year and a finalist for the 2015 ASEE National Outstanding Teaching Award.
Mark is the author of more than fifty book chapters, journal articles, and conference proceedings and the recipient of five best paper/presentation awards. He is a Senior Member of the IEEE and a Fellow of the International Symposium on Quality Electronic Design.

Udemy link: https://www.udemy.com/user/markmbudnik2/